Firmino Dilarang Mengemudikan Mobil Selama Satu Tahun

Penyerang Liverpool, Roberto Firmino, dilarang mengemudikan mobil selama satu tahun dan didenda 20.000 Pounds setelah dinyatakan bersalah akibat berkendara dalam kondisi teler.

Pemain asal Brasil ini sebelumnya sempat diamankan oleh pihak kepolisian di malam jelang natal lalu. Sebab ia kedapatan mengemudikan mobilnya di jalur yang salah di pusat kota Liverpool.

Polisi akhirnya meminta Firmino melakukan tes. Mereka akhirnya mendapati bahwa level kandungan alkohol dalam tubuhnya melebihi batas aman untuk bisa mengemudikan kendaraan.

Dalam pengadilan, Firmino sendiri mengaku bersalah. Meski demikian hakim tetap menjatuhkan hukuman kepada mantan pemain Hoffenheim tersebut. Menurut laporan dari talkSPORT, pihak pengadilan akhirnya melarang pemain 25 tahun ini mengemudikan mobil selama setahun, plus denda sebesar 20.000 Pounds.

Akan tetapi, hukuman larangan mengemudi itu bisa direduksi menjadi sembilan bulan saja. Asalkan ia bersedia menuntaskan kursus rehabilitasi mengemudikan kendaraan dalam kondisi teler.

Setelah muncul putusan dari pengadilan tersebut, pihak Liverpool juga mengaku sudah memberikan hukuman pada Firmino. Namun mereka tak membeberkan hukuman apa yang mereka berikan pada pemain yang musim ini sudah mencetak sembilan gol dan enam assist dari 28 laga di semua ajang tersebut.

“Pemain telah didisiplinkan oleh klub atas perbuatannya dan mengingatkannya akan tanggung jawabnya untuk sekarang dan masa depan.”

“Sifat dari tindakan ini akan tetap bersifat tertutup, namun tidak berdampak pada ketersediaannya untuk bisa dimainkan dalam berbagai pertandingan.”

“Klub menganggap ini menjadi insiden yang terisolasi dan sebuah kesalahan kecil yang langka dalam pengambilan keputusan dan profesionalisme. Kami akan, bagaimanapun, bekerja dengan pemain untuk lebih mendidiknya tentang bahaya yang secara khusus terkait dengan mengemudi dalam keadaan mabuk.” Demikian pernyataan dari kubu Liverpool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *