John Terry & Gary Cahill Jenguk Ryan Mason Di Rumah Sakit

John Terry, Gary Cahill dan pelatih Chelsea Steve Holland mengunjungi Ryan Mason di rumah sakit setelah sang gelandang mengalami retak tulang tengkorak dalam kekalahan Hull City 2-0 di Stamford Bridge pada Minggu (22/1) kemarin.

Hull sendiri mengonfirmasi bahwa kondisi Mason dalam keadaan stabil setelah menjalani operasi akibat benturan kepala dengan Cahill – sebuah insiden yang kemudian memaksa wasit menghentikan pertandingan hampir selama 10 menit.

Trio Chelseea itu kedapatan mengunjungi Mason di Rumah Sakit St. Mary’s di London dan mereka berbicara dengan keluarga sang pemain sebagaimana Mason dalam penanganan intens.

Sebelumnya manajer Chelsea Antonio Conte juga mendoakan kesembuhan pemain 25 tahun tersebut, dengan mengatakan: “Pertama-tama, semua orang di Chelsea ingin mendoakan yang terbaik buat Mason.

“Itu adalah insiden mengerikan dengan Gary. Setelah babak pertama, Gary merasa tidak enak namun kami memutuskan untuk terus memainkannya.”

Adapun Hull memberikan update mengenai kondisi Mason, dengan mereka mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah siuman dan mulai berkomunikasi untuk membicarakan insidennya kemarin.

Hull juga menyatakan bahwa keluarga Mason turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas semua dukungan yang mereka dapatkan.

RESMI: Chelsea Pinjamkan Fikayo Tomori Ke Brighton & Hove Albion

Bek muda Chelsea Fikayo Tomori resmi merapat ke Liga Championship Inggris Brighton & Hove Albion secara pinjaman.

Pemuda berusia 19 tahun itu akan melanjutkan perkembangannya di Brighton sampai akhir musim ini, sebagaimana The Seagulls bersaing memperebutkan tiket promosi ke Liga Primer Inggris.

Tomori dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Akademi Chelsea Tahun Lalu setelah ia membantu The Blues mempertahankan gelar UEFA Youth League dan FA Youth Cup.

Sang pemain merupakan tipe serbabisa karena bisa bermain sebagai bek sentral atau bek kanan, dan ia mencatatkan debutnya untuk Chelsea di hari terakhir musim 2015/16 kemarin, menggantikan Branislav Ivanovic di partai melawan Leicester City.

Mengenai kedatangannya, manajer Brighton Chris Hughton mengatakan: “Kami mendatangkan Fikayo secara pinjaman dari Chelsea untuk memberikan tambahan cover di posisi fullback, dan kami senang menyambutnya di klub ini.

“Dia adalah fullback muda yang mendapat penilaian tinggi, baik itu dari Chelsea dan Inggris; dia dominan sebagai bek kanan namun juga bisa bermain di posisi apapun dalam skema back four, dan dia akan menjadi cover lini belakang bagi tim utama untuk paruh kedua ini.”

Bravo: Mental Manchester City Harus Kuat

Kiper Manchester City, Claudio Bravo, ingin rekan setimnya untuk terus berjuang keras dan menjaga fokus serta mental mereka, guna meraih hasil terbaik di Premier League.

City hanya bermain imbang 2-2 melawan Tottenham di Etihad pekan lalu, meski sempat unggul dua gol lewat Leroy Sane dan Kevin de Bruyne, memanfaatkan kesalahan yang dibuat oleh kiper lawan, Hugo Lloris.

Dele Alli dan pemain pengganti Son Heung-Min, lantas menebus kesalahan pemain Prancis dan membobol gawang Bravo masing-masing sekali, memberikan satu angka pada tim asuhan Mauricio Pochettino.

Menanggapi hasil tersebut, Bravo lantas mengatakan di laman resmi klub: “Ini bukan sesuatu yang bagus, dengan melihat semuanya berkembang. Kami punya semuanya untuk meraih kemenangan, namun ini sama saja: kami kesulitan menciptakan peluang dan tim lain, dengan opsi yang lebih sedikit, mencetak gol.”

“Kami harus kuat secara mental. Kami harus terus bekerja keras, terus percaya dengan apa yang kami lakukan.”

Bravo menambahkan: “Kami harus terus berjuang. Sekarang kami tengah menurun, namun itu juga terjadi pada tim lain. Inilah ajaibnya Premier League, di mana semua tim bisa kehilangan poin. Kami harus terus yakin dengan kemampuan kami, dan kami akan bisa meraih banyak kemenangan.”

Prediksi Plymouth vs Liverpool 19 Januari 2017

Raksasa EPL, Liverpool bertekad untuk menyudahi rentetan hasil kurang memuaskan yang mereka dapatkan belakangan ini. Oleh karenanya mereka akan membidik kemenangan penuh saat menjalani laga replay FA Cup melawan Plymouth pada hari Kamis (19/1) dini hari nanti.

Liverpool sendiri memang tengah mengalami periode yang cukup sulit. Semenjak awal tahun kemarin, mereka tercatat menelan 3 hasil imbang dan 1 kekalahan dalam kurun waktu 13 hari saja. Tentu hasil ini jauh dari kata memuaskan, sehingga mereka bertekad untuk mulai mencari momentum kebangkitan saat mereka bertandang ke Home Park pada hari Kamis nanti.

Plymouth sendiri sudah membuktikan bahwa mereka lawan yang tidak bisa diremehkan. Berkat strategi ultra defensif yang mereka terapkan, mereka sukses memaksa Liverpool untuk melakoni laga replay FA Cup setelah menahan imbang Liverpool 0-0 di Anfield. Di depan para pendukung mereka sendiri, klub kasta ketiga Inggris itu bertekad untuk menjegal langkah sang raksasa Inggris itu pada hari Kamis nanti.

Di kubu tuan rumah, pelatih Derek Adams dikabarkan tidak memiliki masalah cedera yang berarti jelang laga pamungkas ini. Ia dikabarkan bisa menurunkan komposisi terbaiknya untuk menjegal langkah Liverpool di ajang piala FA ini.

Adams sendiri nampaknya tidak akan mengubah strategi ultra-defensifnya sembari mengandalkan serangan balik. Dengan skema 4-1-4-1, Arnold Garita masih ditempatkan di posisi ujung tombak, sementara trio Oscar Therelkeld, Graham Carey dan David Fox akan bertugas mengatur aliran bola Plymouth, sementara Luke McCormick akan ditugaskan mengawal gawang Plymouth pada laga ini.

Di kubu tim tamu, Jurgen Klopp sendiri datang ke markas Plymouth tanpa kekuatan terbaiknya. Tercatat ada nama-nama seperti Nathaniel Clyne, Marko Grujic, Joel Matip, Adam Bogdan dan Danny Ings yang mengalami cedera. Selain itu ia juga tidak bisa diperkuat oleh Sadio Mane yang tampil di Piala Afrika bersama Timnas Senegal.

Mengingat Plymouth memainkan skema ultra defensif di pertemuan sebelumnya, Klopp diprediksi akan melakukan sejumlah pergantian untuk membongkar pertahanan mereka. Nama Daniel Sturridge kemungkinan akan menjadi starter di lini serang The Reds, di mana ia akan dibantu oleh Philippe Coutinho yang sudah pulih dari cedera. Di sektor penjaga gawang, Klopp kemungkinan akan kembali memainkan Loris Karius, di mana ia akan dikawal oleh Ragnar Klavan dan Joe Gomez.

Perkiraan Susunan Pemain
Liverpool (4-3-3): Karius; Moreno, Klavan, Gomez, Arnold; Leiva, Stewart, Can; Coutinho, Sturridge, Ojo

Plymouth (4-1-4-1): McCormick; Purrington, Bradley, Songo’o, Miller; Fox; Slew, Carey, Threlkeld, Jervis; Garita

Statistik Kedua Tim
Head to Head
08/01/17 Liverpool 0 – 0 Plymouth Argyle (FA Cup)

Lima Pertandingan Terakhir Plymouth (S-M-K-S-M)
26/12/16 Plymouth 3 – 3 Wycombe Wanderer (L2)
31/12/16 Plymouth 2 – 0 Crawley Town (L2)
02/01/17 Barnet 1 – 0 Plymouth Argyle (L2)
08/01/17 Liverpool 0 – 0 Plymouth (FA Cup)
14/01/17 Plymouth 4 – 2 Stevenage (L2)

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool (M-S-S-K-S)
01/01/17 Liverpool 1 – 0 Manchester City (EPL)
02/01/17 Sunderland 2 – 2 Liverpool (EPL)
08/01/17 Liverpool 0 – 0 Plymouth Argyle (FA Cup)
12/01/17 Southampton 1 – 0 Liverpool (EFL Cup)
15/01/17 Manchester United 1 – 1 Liverpool (EPL)

Prediksi Skor
Laga replay FA Cup ini bisa dipastikan menjadi ujian yang cukup sulit bagi Liverpool. Hal ini dikarenakan mereka harus menghadapi tim yang bermain sangat defensif yang bermain didepan pendukung mereka sendiri.

Secara kasatmata Liverpool masih diunggulkan untuk memenangkan laga ini. Akan tetapi peluang mereka untuk memenangkan laga ini akan sangat bergantung dengan usaha mereka untuk membongkar pertahanan rapat Plymouth yang gagal mereka lakukan di leg pertama kemarin.

Kami memprediksi laga ini akan dengan kemenangan tim tamu Liverpool dengan skor 0-2.

Kisah Rivalitas Abadi Tottenham Hotspur Vs Chelsea

Siapa bilang atmosfer panas Derby London hanya tersaji dalam duel Arsenal kontra Chelsea, dua tim sarat gelar ibu kota Inggris? Atau West Ham United melawan Millwall, seperti tergambar dalam film Green Street Hooligans ?

Nyatanya bentrok antara dua tim yang terstigma miliki suporter tak fanatik, Tottenham Hotspur dan Chelsea , juga punya sensitivitas tinggi. Tak percaya? Anda bisa dengan mudah menyimpulkannya dari tawuran kedua tim usai matchday 36 Liga Primer Inggris musim lalu.

Kebencian suporter kedua tim yang menjalar ke seluruh sendi klub, membuat setiap bentrok antara Spurs dan Chelsea berlangsung dengan emosi dan ketegangan hebat.

Bahkan fakta berbicara bahwa rivalitas yang terjadi di antara kedua kubu sudah terjadi sejak lebih dari seabad silam. Tepatnya pada Juni 1905 atau tiga bulan saja selepas Chelsea berdiri.

Ketika itu Chelsea yang dengan bangga menahbiskan diri sebagai klub sepakbola lainnya di London, mendaftarkan diri untuk kompetisi liga Inggris.

Namun secara mengejutkan The Blues justru mendapat penolakan langsung dari komite liga. Tak jelas alasannya, tapi disinyalir hal itu dipengaruhi oleh masukan dari dua klub London yang sudah berdiri terlebih dahulu, yakni Fulham dan Spurs.

Kedua tim merasa bahwa cukup mereka saja yang mewakili nyawa sepakbola London. Sehingga tak perlu ada klub lain di ibu kota, seperti Chelsea.

Meski pada akhirnya ada begitu banyak klub terbentuk di London dan menembus kompetisi resmi Inggris, peristiwa itu masih amat membekas buat suporter Chelsea di tiap generasi. Fulham, terutama Spurs yang awet ada di kasta tertinggi hingga kini, lantas jadi musuh abadi publik Biru.

Suhu panas rivalitas Spurs dan Chelsea pun meninggi dan titik api terbesar hadir di final Piala FA 1967 silam, yang mempertemukan kedua tim. Hal itu diungkap oleh sejarawan resmi Chelsea, Rick Glanvill.

“Rivalitas Spurs dan Chelsea ini terjadi sekitar tahun 1960-an. Mulanya kami [Chelsea] kehilangan beberapa bintang yang hijrah ke Spurs. Kemudian kami rutin bertemu, lagi dan lagi,” kisah Glanvill, seperti dikutip Four Four Two.

“Para pemain mulai tidak menyukai satu sama lain, para suporter sering terlibat perkelahian dan puncaknya ada di final Piala FA 1967. Terjadi perkelahian di semua tempat, benar-benar kacau,” lanjutnya.

Penyebabnya kerusuhan masif di final tersebut tak lain karena rasa dendam suporter Chelsea yang lebih besar pecah, akibat timnya takluk 2-1 dari Spurs.

Rivalitas berlanjut ke salah satu duel paling legendaris di liga Inggris, pada musim 1974/75. Sebuah laga yang dikenal sebagai “Neraka White Hart Lane”, tatkala Spurs jadi mula penyebab terdegradasinya Chelsea.

Kala itu Spurs yang diuntungkan bermain di markas sendiri diwajibkan menang untuk selamat dari degradasi. Hal yang sama juga berlaku untuk Chelsea. Duel pun akhirnya tuan rumah menangkan 2-0, tapi melalui proses yang layaknya pertandingan tarkam.

Terdapat begitu banyak pelanggaran membabi buta yang dilakukan para pemain kedua tim. Saking tingginya tensi di partai tersebut, penggawa Spurs, Alfie Conn, sampai melakukan gestur internasional masturbasi usai ditekel bintang Chelsea, Gary Locke.

“Sejatinya Chelsea tak benar-benar terdegradasi akibat kekalahan tersebut. Tapi hasl itu memang membuat mereka gagal menang di dua laga berikutnya, yang pastikan degradasi. Terpenting adalah fakta suporter Chelsea berpikir Spurs yang membuat tim kesayangannya terdegradasi,” terang Glanvill.

Setelah sedikit mereda dalam beberapa waktu berikutnya, kebencian Spurs dan Chelsea akhirnya kembali meledak 5 Februari 2016. Tepatnya di matchday ke-36 EPL musim lalu.

Spurs diwajibkan menang di Stamford Bridge, markas Chelsea, untuk jaga kans jadi kampiun EPL buat kali perdana. The Lily Whites mengawalinya dengan sangat brilian, lantaran raih keunggulan 2-0 saat turun minum.

Namun Chelsea ternyata mampu bangkit di babak kedua hingga akhiri laga lewat hasil imbang 2-2! Sebuah hasil yang membuat Spurs merelakan gelar ke Leicester City itu pun dirayakan para penggawa The Roman Emperor dan publik Stamford Bridge dengan begitu antusias.

Pemandangan itu ternyata menyulut emosi pemain para pemain Spurs. Tawuran antar pemain sampai staf kedua tim pun terjadi dengan begitu brutal. Gelandang Spurs, Moussa Dembele jadi sorotan utama, karena setelahnya dihukum enam laga beruntun akibat berusaha mencungkil mata striker Chelsea, Diego Costa.

“Suporter, klub, para pemain, dan kami tidak pernah ingin Tottenham Hotspur jadi juara Liga Primer Inggris,” ujar frontman Chelsea, Eden Hazard, di matchday of the day sebelum laga, yang kemudian diterjemahkan dengan sempurna di atas lapangan.

Berbicara statistik, meski Spurs lebih superior di periode awal sepakbola Inggris, sekarang mereka harus mengakui keunggulan yang dimiliki Chelsea. Dari total 156 laga resmi yang mempertemukan kedua tim, Si Bunga Lili menderita kekalahan sebanyak 66 kali, imbang 40 kali, dan menang 50 kali.

Menyinggung perolehan gelar, Spurs pun kembali harus mengakui superioritas Chelsea — meski tipis — utamanya sejak akuisisi Roman Abramovich pada 2003 lalu. Chelsea superior dalam koleksi gelar divisi utama/EPL (lima berbanding dua), Piala Liga Inggris (lima berbanding empat), dan Liga Champions (satu berbanding nol).

Sementara Spurs unggul di ajang-ajang yang kelasnya sedikit di bawah, lewat gelar Piala FA (delapan berbanding tujuh), Community Shield (tujuh berbanding empat), dan setara di Piala WInners/UEFA/ Liga Europa (sama-sama koleksi tiga trofi).

Dengan kedua tim kini makin menegaskan persaingannya di papan atas EPL, tampaknya kita masih akan mendapati banyak kisah panas dari bentrok klasik antara Spurs dan Chelsea.

Aguero Kembali, Iheanacho Pasrah

Kelechi Iheanacho mengaku pasrah jika ia nantinya tidak akan bermain lagi di tim utama, menyusul kembalinya Sergio Aguero dari sanksi empat laga FA.

Iheanacho mencetak satu gol ketika Manchester City menang 3-0 atas Hull City di pertandingan Boxing Day yang berlangsung di KCOM Stadium kemarin.

Namun pemain berusia 20 tahun sadar bahwa dengan kembalinya Aguero, maka ia mungkin tidak akan lagi mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter dari Josep Guardiola.

“Kami bahagia menyambut Sergio kembali ke tim, namun saya membutuhkan kesabaran untuk mendapatkan kesempatan,” tutur Iheanacho pada Daily Star.

“Siapapun yang akan dipilih oleh manajer untuk bermain, itu keputusannya. Namun para penyerang kami bisa bermain di banyak posisi berbeda, jadi ia punya banyak opsi.”

“Akan selalu ada banyak kompetisi di klub besar seperti Manchester City, jadi saya harus terus bekerja keras, terus sabar, dan berharap untuk yang terbaik.”

Mikel Segera Ambil Keputusan Soal Chelsea

Sumber yang dekat dengan gelandang Chelsea, John Obi Mikel, mengatakan bahwa sang pemain sudah menutup kemungkinan untuk pindah ke Tiongkok di musim dingin, di mana yang bersangkutan disebut sama sekali tidak termotivasi oleh uang.

Pemain berusia 29 tahun disebut akan hengkang dari Chelsea di Januari usai gagal mendapatkan tempat di tim utama asuhan Antonio Conte musim ini, di mana kabar yang beredar belakangan menyebut bahwa ia tengah diminati oleh Valencia, Inter Milan, dan Marseille.

“Semua tawaran semakin dipertimbangkan dengan serius, namun hal yang utama adalah tentang sepakbola, dan bukan uang. Itulah mengapa kami tidak terlalu tertarik dengan Tiongkok,” tutur sebuah sumber di ESPN.

“Dia memiliki keluarga muda dan itu amat penting untuknya dan dia tidak ingin membuat kekacauan di kehidupan mereka. Keluarga adalah prioritas nomor satu baginya, dan itulah yang membuat dia ingin bertahan di Eropa.”

“Kami harus memutuskan bahwa kami akan membuat keputusan terbaik berdasarkan itu.”

Dan masih dari sumber yang sama, Mikel disebut sudah hampir selesai menentukan sikapnya.

“Dia menghabiskan waktu selama Natal bersama dengan keluarganya. Setelah itu, dia akan membuat keputusan.”

Gary Cahill: Tekel Sergio Aguero Gila!

Bek Chelsea Gary Cahill tidak habis pikir bahwa pemain sekaliber Sergio Aguero akan melakukan tekel kasar kepada David Luiz.

Dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-14 yang digelar di Etihad Stadium, Sabtu (3/12) kemarin, Chelsea secara luar biasa berhasil memecundangi tuan rumah Manchester City dengan skor 3-1.

Sayangnya, partai itu dinodai dengan kerusuhan antarpemain dari kedua kubu jelang akhir laga, menyusul pelanggaran Aguero kepada Luiz yang berujung kartu merah untuk penyerang internasional Argentina tersebut.

Mengenai kejadian kemarin, Cahill mengatakan: “Itu mungkin karena dia [Aguero] frustrasi,” ujarnya kepada The Mirror.

“Itu tidak seperti Aguero, itu bukan karakternya. Itu terlihat seperti tekel yang buruk, bukan dirinya dan sungguh disayangkan untuk melihat hal itu.

“Mereka memang terlibat duel, dia dan David, dan terkadang rasa frustrasi menghampiri. Itu adalah tekel yang gila, seperti bukan dirinya.”

Di pertandingan itu, Cahill sempat membuat Chelsea tertinggal di babak pertama menyusul gol bunuh dirinya, namun The Blues mampu berbalik menang berkat lesakan Diego Costa, Willian dan Eden Hazard di paruh kedua.

Antonio Conte: Chelsea Sempurna!

Antonio Conte memuji penampilan para pemain Chelsea setelah berhasil menjaga tren kemenangan di Southampton, Minggu (30/10) lalu.

The Blues mencatatkan empat kemenangan beruntun sejak beralih ke formasi 3-4-3. Kemenangan terkini diraih di Southampton berkat gol Eden Hazard dan Diego Costa.

“Kami tahu hari ini adalah ujian melawan tim kuat yang berada dalam bentuk dan kondisi bagus,” ungkap Conte pada BBC Sport. “Penting untuk memenangkan laga seperti ini – para pemain bisa mengasah kepercayaan diri dan hasrat untuk bekerja keras.”

“Kami menciptakan banyak kesempatan. Ini adalah pertandingan sempurna ketika striker mencetak gol dan bek tidak kebobolan. Para pemain pantas menerima ini. Mereka kerja keras saat latihan. Ketika Anda melihat penampilan seperti ini dan komitmen dari para pemain, rasanya fantastis bagi seorang pelatih,” tandasnya.

Chelsea, yang tidak kebobolan dalam empat laga terkini dan mencetak 11 gol, akan menghadapi Everton akhir pekan mendatang.

Benahi Pertahanan, Jose Mourinho Siap Datangkan Antonio Rudiger

Tiga pemain belakang Manchester United yakni Marcos Rojo, Chris Smalling dan Daley Blind terancam didepak sebagaimana manajer Jose Mourinho berniat membenahi pertahanan timnya, demikian diklaim Daily Mail.

Setelah menjalani sembilan laga Liga Primer Inggris musim ini, manajer Setan Merah itu disebut tidak senang dengan lini belakang timnya yang dianggap tidak konsisten, dan ia ingin mendaratkan seorang bek sentral dan bek kanan baru pada bursa transfer mendatang.

Sebagai hasilnya, Rojo, Smalling dan Blind – beserta Matteo Darmian – dipersilakan untuk mencari klub baru dan, untuk memperkuat pertahanan, bek AS Roma Antonio Rudiger bakal coba didatangkan.

Untuk saat ini, United tertahan di urutan ketujuh di tabel klasemen Liga Primer setelah hanya mengumpulkan 14 poin.