Bos Roma Tanggapi Rumor Manolas ke Arsenal

Bos AS Roma, Luciano Spalletti, belum lama ini berbicara mengenai rumor kepindahan Kostas Manolas ke Arsenal.

Pemain Yunani itu dikaitkan dengan rencana kepindahan ke Emirates, usai laporan yang beredar di Italia mengatakan bahwa sang bek sudah mencapai kata sepakat dengan klub Inggris.

Spalletti mengakui bahwa pemain berusia 25 tahun mungkin merasa tak bahagia di Olimpico, usai tidak masuk skuat di laga melawan Sampdoria, namun Roma masih ingin mempertahankannya.

“Manolas? Jika Roma dianggap sebagai tim yang bagus, selevel dengan Juventus, itu pasti karena kehadiran Nainggolan, Strootman, dan Manolas, serta yang lainnya. Manolas tak bahagia karena ia tidak bermain melawan Sampdoria, namun bukan berarti dia minta dijual,” tutur Spalletti menurut Metro.

“Besok malam, dia harus bermain layaknya pemimpin, terutama di masa sulit usai kekalahan. Manolas kuat dan klub mempertimbangkan itu dan percaya padanya.”

“Bahkan jika ada klub yang datang dengan penawaran masif, wajar jika akan ada keraguan karena kita bicara mengenai pemain yang kuat.”

Chelsea Anggap Radja Nainggolan Cocok Gantikan Oscar

Radja Nainggolan dilaporkan menjadi incaran utama Chelsea, yang menilai gelandang AS Roma tersebut cocok mengisi peran yang ditinggalkan Oscar.

Seperti diketahui, Oscar memutuskan hengkang setelah menerima pinangan klub kaya Tiongkok, Shanghai SIPG dengan mahar transfer mencapai £60 juta.

Antonio Conte pun mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain baru guna menggantikan gelandang asal Brasil itu dan merasa Nainggolan punya kualitas sebanding, seperti kabar yang dilansir The Times.

Minat dari Chelsea terhadap bintang asal Belgia tersebut telah muncul sejak musim panas kemarin, namun sang pemain memilih untuk tetap bertahan di Serie A Italia.

Nainggolan sendiri masih terikat kontrak tiga setengah musim di Roma.

Presiden Milan dan Montella Tak Sepakat soal Posisi Suso

Presiden AC Milan Silvio Berlusconi punya pendapat sendiri terkait posisi Suso. Pendapatnya ini berbeda dengan pelatih Rossoneri, Vincenzo Montella.

Montella kerap menggunakan formasi 4-3-3 sementara Berlusconi menilai Rossoneri akan sukses jika menerapkan formasi 4-3-1-2. Dengan formasi tersebut, Suso yang bermain impresif musim ini, dikatakan harus diposisikan sebagai penyerang kedua di belakang penyerang utama. Tapi untuk saat ini, pemain asal Spanyol tersebut sering digunakan sebagai pemain sayap.

“Ia punya banyak kesamaan dengan [Roberto] Donadoni. Ia punya kualitas tinggi, ia bisa melewati satu atau dua pemain dan melepas tembakan ke gawang,” ucap Berlusconi seperti dikutip dari Football Italia.

“Sekarang ia bermain di posisi winger dan harus memberikan banyak umpan ke dalam kotak penalti tapi menurut saya ia adalah penyerang kedua sehingga tembakannya bisa lebih dieksploitasi.”

“Itulah salah satu hal yang saya tak sependapat dengan Montella. Saya selalu menyusun Milan dengan dua penyerang dan pemain no. 10. Oleh sebab itu, saya akan memilih Suso dan no. 9 secara bersamaan, dengan Bonaventura di belakang dua penyerang tersebut. Dengan ini, kita akan mencapai hasil yang besar,” paparnya.

PREVIEW Liga Europa: Manchester United – Feyenoord

Manchester United akan melanjutkan kampanyenya di Liga Europa 2016/17 dengan menjamu Feyenoord di Old Trafford pada Jumat (25/11) dini hari WIB.

Tim Setan Merah untuk sementara menempati urutan ketiga di klasemen Grup A setelah hanya mengoleksi enam poin dari empat laga perdana, terpaut satu angka saja dari Feyenoord dan Fenerbahce yang berada di atasnya.
Untuk duel ini, United memiliki modal bagus lantaran mereka tidak terkalahkan dalam 13 partai Eropa terakhir di kandang sendiri, selagi mereka juga pernah mengalahkan Feyenoord pada Oktober 1997 silam, yang mana menjadi satu-satunya pertemuan kedua tim di Theatre of Dreams.

Sementara itu, raksasa Belanda itu justru memiliki sejarah buruk saat bertandang ke Inggris. Dari enam kunjungan terakhirnya, Feyenoord hanya mampu menang sekali dan tiga lainnya terpaksa kalah, dengan kemenangan terakhir mereka ciptakan 14 tahun silam melawan Newcastle United.

Mengenai pertandingan nanti, manajer United Jose Mourinho memastikan bahwa Henrikh Mkhitaryan akan turun, setelah sebelumnya ia ditepikan dari skuat karena dianggap belum fit.

“Saya bilang kepadanya hari ini, dia akan terlibat dalam laga kontra Feyenoord,” kata manajer asal Portugal tersebut.

“Tentu dia tidak senang dengan kondisi ini tapi dia mampu mengubah rasa frustrasinya dengan cara yang baik, dengan menutup mulut , bekerja keras dan mencoba beradaptasi.”

Dari kubu lawan, meski mereka mampu meraih kemenangan di pertemuan pertama beberapa waktu lalu, pelatih Giovanni van Bronckhorst menilai pertandingan di Manchester nanti akan berbeda.

“Saya punya respek untuk pelatih dan tim mereka,” kata Van Bronckhorst. “Yang kami inginkan adalah hasil bagus. Kita telah menunjukkannya di pertandingan pertama namun situasi sekarang ini berbeda. Sekarang ini adalah duel yang berbeda buat mereka.

“Saya pikir mereka mampu memenangkan gelar tahun ini dengan skuat berkualitas yang mereka miliki. Tahun ini ada banyak tim yang bisa menjuarai Liga Primer. Itulah mengapa liga itu sangat menarik.

“Selalu sulit untuk menangani tim baru namun dia [Mourinho] pernah menunjukkannya sebelumnya di tim-tim yang ia tangani. Dia meraih sukses di mana pun ia berada. Dia juga akan mendatangkan sukses untuk United,” imbuhnya.

Di pertandingan nanti, United belum bisa memainkan duo bek Eric Bailly dan Chris Smalling yang terkendala cedera, sementara Luke Shaw dan Marouane Fellaini diragukan ketersediaannya lantaran masih dalam tahap pemulihan.

Di lain pihak, Feyenoord kehilangan Kenneth Vermeer dan Sven van Beek karena cedera, jua Eric Botteghin yang mendapati larangan bermain menyusul kartu merah yang ia terima di pertandingan sebelumnya.

PRAKIRAAN PEMAIN:

Manchester United: De Gea; Valencia, Blind, Rojo, Shaw; Pogba, Herrera; Mkhitaryan, Rooney, Martial; Ibrahimovic.

Feyenoord: Jones; Karsdorp, Heijden, Kongolo, Woudenberg; Ahmadi, Kuyt, Vilhena; Toornstra, Jorgensen, Elia.

Felipe Melo & Inter Milan Berpisah Januari Nanti

Felipe Melo dikabarkan bakal meninggalkan Inter Milan di bursa transfer musim dingin mendatang.

Setelah didatangkan Roberto Mancini tahun lalu, status gelandang asal Brasil ini di Giuseppe Meazza merosot tajam dan baru mengoleksi 192 menit bermain musim ini.

Pemilik anyar Inter Suning, diklaim CalcioMercato ingin menjual bintang berusia 33 pada Januari nanti karena Melo dipastikan tidak masuk dalam rencana jangka panjang klub yang ingin menggaet pemain yang lebih muda.

Sayang, pada usia seperti sekarang, tidak banyak opsi bagi Melo di Eropa.

Pilihan bagi Melo adalah memaksa bertahan namun Suning dikabarkan sudah siap menyodorkan opsi lain yaitu menjualnya ke klub Tiongkok atau bermain lagi di Brasil.

Mihajlovic Akui Berselisih Dengan Berlusconi Soal Taktik Milan

Pelatih asal Serbia, Sinisa Mihajlovic, mengungkapkan bahwa dirinya kerap berselisih paham dengan Silvio Berlusconi terkait pemilihan taktik yang tepat bagi tim AC Milan.

Mihajlovic ditunjuk untuk menggantikan Filippo Inzaghi pada awal musim 2015-16 lalu. Namun beberapa pekan sebelum kompetisi berakhir ia didepak oleh petinggi Rossoneri dan digantikan oleh Cristian Brocchi.

Mihajlovic lantas mengungkapkan bahwa ia kerap menjalani masa-masa sulit semasa di San Siro karena dihadapkan pada banyak masalah. Salah satunya justru datang dari Berlusconi yang berusaha ikut campur tangan dalam hal pemilihan formasi tim.

“Sejak awal saya mengalami masa-masa sulit di Milan. Kami telah kehilangan waktu yang berharga di awal musim karena Presiden Berlusconi ingin kita bermain dalam formasi 4-3-1-2, bahkan jika itu jelas formasi yang salah untuk kami,” ungkapnya pada Corriere della Sera.

“Saya merasa muak setelah pertandingan melawan Napoli dan memutuskan bahwa jika saya akan kehilangan pekerjaan saya, saya akan angkat kaki sesuai dengan kondisi dan filosofi bermain saya sendiri. Dan kemudian hasilnya perlahan mulai datang,” serunya.

Meski kerap berselisih paham, namun Mihajlovic menegaskan ia tak merasa sakit hati pada mantan Perdana Menteri Italia tersebut.

“Merupakan sebuah kehormatan untuk mengenal Berlusconi dan saya akan selalu berterima kasih kepadanya. Ia adalah presiden terbaik di luar sana selama 29 tahun dari waktunya selama 30 tahun di klub itu. Tahun ke 30 nya berlangsung ketika sya ada di sana…” tutupnya.

Zola: Duo Milan Harus Bangkit Demi Serie A

Serie A membutuhkan AC Milan dan Inter Milan untuk bangkit agar bisa membuat liga tertinggi Italia kembali kompetitif seperti di masa silam. Dengan begitu, Calcio takkan selalu didominasi oleh Juventus yang meraih Scudetto selama lima musim terakhir.

Pendapat itu diutarakan oleh salah satu mantan pemain terbaik Italia, yakni Gianfranco Zola.

“Tim-tim lain harus menaikkan level mereka, bukan cuma permainan di atas lapangan namun juga struktur di dalam klub. Ada beberapa yang sudah melakukannya, misalnya AS Roma musim ini dan Napoli musim lalu,” kata Zola seperti dikutip Football Italia.

“Dua klub Milan harus menaikkan level, dan mereka sepertinya sudah mulai melakukannya. Itulah yang dibutuhkan agar liga Italia bisa kembali menjadi sangat kompetitif seperti di masa silam.”

Milan dengan pelatih baru Vincenzo Montella musim ini terbilang cukup mengejutkan. Hingga giornata 12, Rossoneri sukses bertengger di tiga besar. Bersama Inter, mereka sudah sama-sama sekali mengalahkan Juventus musim ini. Namun, Zola merasa kalau Juventus masih bakal tidak terhadang untuk meraih Scudetto beruntun mereka yang keenam.

“Juventus masih favorit untuk juara musim ini. Bukan tanpa alasan mereka akan meraih enam Scudetto beruntun.”

“Juventus belum menunjukkan kemampuan terbaik mereka, karena banyak perubahan yang dilakukan di musim panas dan masih butuh waktu untuk menyatu dengan sempurna. Itu justru bisa jadi keuntungan, karena itu artinya mereka masih bisa melakukan lebih begitu mereka mencapai level terbaiknya,” pungkas Zola.

Buffon Kecewa Cara Protes Rekan-rekannya Untuk Gol Pjanic vs Milan

Juventus baru saja menang 2-1 menjamu Napoli di Serie A. Dengan hasil ini, berarti Juventus langsung membukukan dua kemenangan beruntun (vs Sampdoria dan Napoli) setelah kalah kontroversial 0-1 lawan AC Milan.

“Melawan Napoli, kami menampilkan sikap yang tepat. Kami main bukan untuk kalah dan itu sangat penting. Itu sedikit kurang di masa lalu,” kata kapten dan kiper Juventus Gianluigi Buffon seperti dikutip Football Italia.

Saat melawan Milan, Juventus sejatinya mencetak satu gol lewat Miralem Pjanic. Namun, setelah protes gencar dari kubu Milan, gol tersebut dianulir karena salah satu pemain Juventus dinilai terlebih dahulu berada dalam posisi offside.

Buffon rupanya masih kecewa dengan penganuliran gol tersebut. Buffon juga kecewa karena rekan-rekannya tidak melakukan protes yang sama seperti yang dilakukan para pemain Milan.

“Saya melihat ada 18 pemain lawan yang melakukan protes setelah kami mencetak gol (lewat Pjanic), tapi tak ada satu orang pun dari tim kami yang mengikuti mereka. Itu membuat saya sedikit kecewa.”

“Rekan-rekan saya menjaga sikap, saya juga orang yang demikian, dan saya sangat senang melihatnya. Namun, dalam situasi seperti itu, saya kurang bisa menerimanya.”

“Kita harus bermain dengan respek dan kesopanan, tapi kita sesekali juga perlu didengar,” tegas Buffon.

Mihajlovic Kecam Klub Yang Suka Asal Pecat Pelatih

Inter Milan akan menjamu Torino di giornata 10 Serie A 2016/17 dini hari nanti. Inter akan turun dalam laga ini dengan dibayangi isu panas seputar pemecatan pelatih Frank de Boer. Padahal, de Boer baru saja diangkat menggantikan Roberto Mancini hanya beberapa hari sebelum musim ini dimulai.

Pelatih Torino Sinisa Mihajlovic, yang pernah dipecat AC Milan pada 12 April 2016 lalu, ikut merasa kasihan pada de Boer. Mihajlovic juga mengecam klub-klub yang suka asal memecat pelatih mereka.

“Saya merasa kasihan pada de Boer. Pekerjaan kita memang seperti itu,” kata Mihajlovic seperti dikutip Football Italia.

“Saat kenyataan tak sesuai harapan, Anda tak seharusnya begitu saja memecat pelatih. Itu bukan sepenuhnya salah pelatih. Kesalahan itu harusnya dibebankan merata pada tiga pihak, yakni pelatih, klub dan para pemain.”

“Saya kecewa jika ada kolega yang dipecat…, kecuali orang itu pernah bersikap buruk pada saya”!

Torino datang ke markas Inter dengan posisi yang lebih baik. Torino sejauh ini sudah mengumpulkan 15 poin, sedangkan Inter 11. Mihajlovic tak mau timnya lengah, tapi dia juga percaya kalau Il Toro punya kapasitas untuk membawa pulang poin maksimal.

“Tak ada yang mengira kalau Inter bakal kesulitan seperti ini. Kami mempersiapkan diri seperti laga-laga yang lain, berusaha menang namun tanpa melupakan bahwa lawan bisa memberi kami masalah.”

“Kami akan turun dengan keberanian dan keyakinan. Kami tahu jika bermain dengan cara Toro, kami bisa mengalahkan siapa saja. Kami punya apa yang dibutuhkan untuk mengalahkan mereka,” pungkas Mihajlovic.

Ultras Internazionale: Mauro Icardi Mati Bagi Kami

Keputusan Internazionale untuk tetap memercayakan ban kapten tim melingkar di lengan Mauro Icardi menyusul polemik terkini tidak diterima kelompok Ultras klub.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Icardi memancing kemarahan fans lewat pengakuan dalam buku autobiografinya. Menceritakan kembali perihal perselisihan dengan fans pada Februari 2015, Icardi menulis ia siap “membawa 100 kriminal dari Argentina untuk membunuh mereka di tempat”.

Tifosi garis keras I Nerazzurri menuntut agar status Icardi sebagai kapten dilucuti terkait pernyataan kontroversial tersebut. Namun, usai pertemuan pada Senin (17/10) kemarin, klub mengumumkan Icardi tetap menjadi il capitano meski akan menerima sanksi.

“Secara prinsipil kami menentang keputusan ini, kami perlu melihat apa alasan klub,” kata Franco Caravita, juru bicara untuk Ultra Group, kepada SportItalia. “Jika kami memiliki masalah, kami akan mengevaluasi masalah tersebut.”

“Hubungan dengan Icardi? Setelah apa yang tertulis dalam buku itu, hal yang ditulis secara bebas dan tidak diinterpretasikan dalam sebuah artikel atau dikatakan secara instingtif di bawah tekanan, hubungan ini tidak dapat diperbaiki.”

“Kata-kata ini terlalu serius, dan saya tambahkan bahwa kami adalah sandera terhadap karakter ini, yang meminta kontrak bernilai miliaran dan kemudian berperilaku seperti anak manja.”

“Anda tak bisa mengejek seorang fan dan memperlakukannya seperti idiot hanya karena Anda bisa menendang bola, belum lagi buku ini ditulis berdasarkan kebohongan.”

“Icardi sang pemain sudah mati bagi kami. Kami berharap ia akan menarik bukunya, jika demikian itu mungkin akan menyudahi persoalan bagi kami.”

“Sampai dua hari lalu dia masih menyapa saya, dan menyembunyikan bahwa dia ingin membunuh saya. Ada beberapa hal dalam kehidupan yang tidak bisa diterima seorang pria.”

“Jadi jika dia pria sejati, dia akan menarik buku tersebut, tetapi menilik sikap yang dipunyainya saya pikir dia tidak akan melakukannya.”