Enrique: Messi Selalu Bersinar di Laga Besar

Luis Enrique mengaku sangat puas dengan kinerja Lionel Messi dalam pertandingan melawan Atletico Madrid. Messi kembali menjadi salah satu pemain terbaik Barca di lapangan, bukan cuma saat menyerang tetapi juga dalam menyusun permainan.

Enrique pun mengaku sangat kagum dengan kemampuan Messi yang selalu bersinar dalam laga besar. Saat bertemu Atleti, Messi bukan cuma mencetak gol tetapi juga sempat membantu timnya dalam bertahan.

“Dalam pertandingan besar dan spesial, Leo Messi selalu bermain dengan lebih. Dia bisa memberikan banyak hal, semua yang dibutuhkan oleh timnya. Tak banyak kata yang bisa saya ucapkan lagi untuk memuji Messi,” terang Enrique kepada AS.

Enrique juga memberikan penjelasan bahwa kemenangan Barca ini tidak diraih dengan mudah. Enrique tidak malu mengatakan bahwa Barca dibuat menderita oleh Atleti. Ia bahkan sudah mengetahui hal itu sebelum pertandingan.

“Naif jika mengira bisa datang ke Calderon tanpa menderita. Jika bermain di sini, anda harus langsung mengejar bola segera setelah kehilangannya. Anda harus bisa mempertahankan penguasaan bola di daerah lawan. Tapi melakukan semua itu tidak pernah mudah.”

Janji Mario Gotze Untuk Lebih Baik

Gelandang Borussia Dortmund, Mario Gotze mengatakan bahwa dirinya sadar belum bisa memenuhi ekspektasi orang lain kepadanya. Namun dia juga berjanji untuk meningkatkan performanya.

Pemain 24 tahun tersebut kembali ke Signal Iduna Park pada Juli lalu setelah kesulitan menemukan performa terbaiknya di Bayern Munchen. Musim ini, dia baru mencetak dua gol dari 15 penampilan di semua kompetisi.

Catatan gol yang minim itu pun membuat Gotze banjir kritikan, namun gelandang timnas Jerman tersebut percaya bahwa kritik kepadanya itu tak adil.

“Statistik berbicara, ada ruang untuk perbaikan. Dalam hal kesiapan untuk bersaing, saya di jalan yang tepat. Saya baru bermain 15 laga dan mencetak dua gol, tapi akan ada yang lebih banyak gol dan assist. Saya memiliki harapan yang lebih tinggi pada diri saya,” ujarnya.

“Melihat hanya pada apa yang saya raih dalam arti olahraga itu hanya melihat satu sisi koin saja. Saya telah memainkan banyak pertandingan dan memenangkan banyak trofi,dan saya masih muda. Saya bangga dan bersyukur bahwa saya bisa memiliki pengalaman seperti yang saya miliki. Bila seseorang punya masalah dengan saya sebagai pribadi, dia harus menjelaskan kepada saya kenapa,” sambungnya.

“Gambaran yang orang-orang miliki tentang saya adalah yang dahulu. Saya tak bisa selalu datang ke permainan dan mencetak gol seperti saat final Piala Dunia. Hari ini sepakbola adalah berlari, intensitas dan kerja keras. Bila saya mencetak banyak gol dan membuat banyak assist di posisi ini, maka kita berada di arah yang benar. Saya mengambil peran berbeda saat ini, tak hanya maju ke depan dan mencetak gol,” tandasnya.

Setelah Hattrick, Mariano Belum Patok Target di Madrid

Mariano Diaz menjadi bintang Real Madrid saat menjalani pertandingan leg kedua babak 32 besar Copa Del Rey. Mariano mencetak hattrick untuk mengantarkan Madrid meraih kemenangan telak 6-1.

Mariano juga mencetak rekor gol tercepat Madrid di ajang Copa del Rey. Penyerang timnas Republik Dominika itu sudah membuka skor ketika pertandingan baru berjalan 21 detik.

meski tampil brilian dalam pertandingan tadi, Mariano belum mau berpikir terlalu jauh. Ia belum menentukan target personalnya selanjutnya.

“Sebenarnya kami cuma bermain biasa saja. Kami akhirnya bisa mencetak banyak gol dan sangat bahagia. Saya sendiri belum menentukan target apa pun. Saya akan terus bekerja keras setiap hari di sesi latihan. Lalu saya ingin memaksimalkan semua peluang yang saya dapat,” terang Mariano kepada AS.

Madrid sendiri akhirnya lolos ke babak 16 besar Copa del Rey dengan agregat 13-2.

Korea Utara Klaim Akan Produksi Banyak Pemain Sekelas Lionel Messi

Dalam konteks sepakbola, Korea Utara sempat membuat kejutan pada 1966. Pada ajang Piala Dunia, Korea Utara sukses mencapai babak perempat final sebelum akhirnya disingkirkan oleh Italia.

Meski kemudian bisa cukup berprestasi di Asia, namun Korea Utara tak menunjukkan prestasi luar biasa lagi di kancah dunia. Karena itu, mereka sudah mempersiapkan proyek besar untuk menggenjot prestasi tim di kancah internasional.

Korut membangun akademi sepakbola di Pyongyang. Sebuah stasiun televisi Tiongkok pernah meliput di sana dan mengungkapkan bahwa semua anggota di akademi itu harus menjalani latihan yang luar biasa ketat.

Dengan pengawasan langsung dari pemimpin tertinggi negara, Kim Jong-Un, akademi itu memiliki target besar. Mereka ingin memproduksi pemain-pemain berkualitas hebat, lebih bagus dari Lionel Messi.

“Kami melatih pada pemain muda kami untuk menjadi pemain yang lebih bertalenta melebihi Lionel Messi. Sekarang kami ingin mendominasi Asia dan dalam waktu dekat kami berharap bisa mendominasi dunia,” cetus Yu He, Kepala Sekolah Sepakbola Internasional Pyongyang.

Hertha Berlin ‘Bermimpi’ Jadi Tempat Pensiun Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo baru saja memperpanjang kontraknya bersama Real Madrid yang akan membuatnya berada di Santiago Bernabeu hingga 2021 mendatang.

Meski demikian, Ronaldo menyatakan bahwa ini bukanlah kontrak terakhirnya. Pernyataan ini pun menimbulkan spekulasi, apakah kontrak baru Ronaldo nantinya didapat di Los Blancos ataukah di klub lain.

Rupanya pernyataan Ronaldo ini mengundang reaksi dari klub Bundesliga, Hertha Berlin. Lewat akun Twitter resmi mereka, Hertha dengan yakin menyatakan bahwa Ronaldo akan pensiun di klub mereka.

“Apa yang dikatakan Ronaldo tentang ini menjadi kontrak sebelum kontrak terakhir? Tentu saja (kontrak) terakhir (Ronaldo) akan bersama kami,” demikian kicauan Hertha Berlin.

‘Neymar Ada Karena Messi’

Ayah Neymar mengatakan anaknya bermain di Barcelona karena ia ingin menjadi rekan satu tim Lionel Messi.

Sejak datang ke Camp Noun di 2013, Neymar membentuk kombinasi yang apik dengan Messi, membantu Barcelona memenangkan dua trofi La Liga dan juga Liga Champions di 14/15 silam.

Dan Messi, pemain yang sudah memenangkan lima trofi Ballon d’Or, terus menjadi inspirasi Neymar, menurut ayah dari pemain berusia 24 tahun.

“Kita tahu siapa Messi dan apa artinya dia. Ia adalah idola anak saya dan bagi dia, merupakan sebuah kehormatan bermain di timnya. Dia selalu bahagia bermain bersama dan bermain di sana untuk Messi,” tutur Neymar Senior menurut Cope.

“Jika Messi dan Ronaldo tidak pernah ada, maka mungkin Neymar juga tidak pernah ada, sama halnya seperti Pele dan Maradona, mereka menginspirasi banyak pemain.”

Dan terkait ajang Ballon d’Or tahun ini, ia menambahkan: “Messi pantas untuk meraih Ballon d’Or.”

Neymar baru saja mengikat kontrak baru dengan Barcelona pekan lalu, yang akan membuatnya bertahan di klub hingga 2021.

David Villa Ajak Andres Iniesta Ke MLS

David Villa dikabarkan sudah meminta mantan rekan satu timnya di Barcelona Andres Iniesta untuk bermain di Major League Soccer (MLS).

Meski Tiongkok dan Qatar masuk sebagai kandidat, secara spesifik klub New York City FC disebut Don Balon sebagai kandidat pelabuhan baru setelah kontrak sang maestro lini tengah di Camp Nou habis.

Villa disebut sudah menjelaskan secara mendetail terkait keuntungan bermain di MLS hingga Iniesta mulai menjajaki kemungkinan hijrah ke Amerika.

Kemungkinan tentu saja ada tetapi tipis terjadi dalam waktu dekat mengingat kontrak Iniesta di Camp Nou baru berakhir pada musim panas 2018 dan kabar terkini dari Catalan menyebutkan manajemen klub sedang mengupayakan perpanjangan kontrak.

“Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Fokus saya hanya untuk musim depan bukan setelahnya,” begitulah jawaban Iniesta ketika rumor ke Amerika sempat menghampirinya dahulu.

Barca Pede Messi Fit untuk Hadapi Manchester City

Bintang Barcelona, Lionel Messi, disebut akan fit untuk bermain di duel panas di Liga Champions melawan Manchester City pekan depan.

Messi sudah absen di beberapa pekan belakangan karena mengalami cedera pangkal paha.

Namun menurut laporan yang beredar di Spanyol, pemain berusia 29 tahun kemungkinan besar sudah akan bisa kembali bermain akhir pekan ini untuk membela tim asuhan Luis Enrique di pertandingan melawan Deportivo La Coruna.

El Mundo Deportivo mengatakan bahwa sang striker akan mendapatkan kesempatan bermain selama beberapa menit di laga tersebut, sekaligus membuka peluang untuk meladeni perlawanan tim asuhan Josep Guardiola.

Pertandingan ini akan krusial mengingat kedua tim tengah bersaing untuk memperebutkan peringkat pertama di Grup C, usai sukses meninggalkan raihan angka Celtic dan Borussia Monchengladbach dalam dua laga

Jese Masih Mandul, Emery: Beri Dia Waktu!

Pelatih Paris Saint Germain, Unai Emery buka suara mengenai performa Jese Rodriguez. Emery menilai striker 23 tahun itu masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri di Prancis sehingga ia belum menunjukkan ketajamannya.

Jese dibeli PSG dari Real Madrid pada musim panas ini. Penyerang 23 tahun ini diharapkan dapat menambal lubang besar di lini serang Les Parisien setelah ditinggal Zlatan Ibrahimovic pada musim panas lalu.

Jese sendiri hingga saat ini belum mencetak satupun gol bagi Juara Ligue 1 tersebut namun Emery percaya hanya masalah waktu sebelum sang pemain menunjukkan ketajamannya. “Dia [Jese] telah bekerja dengn baik namun dia masih belum menemukan rumah yang tepat untun ditinggali di sini” beber Emery kepada Cadena COPE.

“Saat ini dia hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri di tim ini dan itu hanya masalah waktu saja. Dia punya bakat natural dan kita akan segera melihatnya” tandas mantan pelatih Sevilla tersebut.

2 Menit 23 Detik vs City, Gol Tercepat Celtic

Glasgow Celtic bermain imbang 3-3 menjamu Manchester City pada matchday 2 Grup C Liga Champions 2016/17, Kamis (29/9). Celtic mengukir gol tercepat mereka di kompetisi ini.

Hanya 2 menit 23 detik dari kick-off babak pertama, Celtic sudah unggul melalui striker 20 tahun Prancis Moussa Dembele. Gol Dembele itu tercatat sebagai gol tercepat yang pernah dicetak Celtic sepanjang sejarah partisipasi klub Skotlandia tersebut di Liga Champions.

2:23 – Moussa Dembele’s strike was the quickest goal Celtic have ever scored in the Champions League (2:23). Stunned.
— OptaJoe (@OptaJoe) September 28, 2016

Gol kilat Dembele membuat City tersentak dan memberi Celtic awal ideal untuk meraih kemenangan. Namun, pasukan Josep Guardiola ternyata tidak mudah ditaklukkan.

GOAL! 1-0 Celtic – Dembele pic.twitter.com/u9rb47irFg
— Celtic Goals ? (@CelticGoals) September 28, 2016

Celtic tiga kali memimpin lewat gol kilat Dembele, own goal Raheem Sterling menit 20 dan gol kedua Dembele menit 47. Namun, City tiga kali pula membalas melalui Fernandinho menit 11, Sterling menit 28 dan Nolito menit 55.

Kedua tim pun harus puas berbagi satu angka.