Goresan-goresan Rekor Ronaldo di Pentas Euro 2016

Superstar Portugal, Cristiano Ronaldo, mencatatkan sejumlah rekor pribadi selama perhelatan Euro edisi tahun 2016 ini di Prancis.

Ronaldo, tanpa diragukan lagi, jadi pemain kunci di skuat asuhan Fernando Santos tersebut selama turnamen itu berlangsung. Meski permainan Portugal sendiri kurang meyakinkan selama di Prancis, namun CR7 sukses membantu timnya melaju ke partai final.

Sayangnya, Ronaldo sendiri tak bisa bermain penuh di partai puncak kontra Prancis. Sebab ia mengalami cedera kaki kiri setelah dilanggar Dimitri Payet. Alhasil ia hanya sempat merumput selama 25 menit saja.

Meski sedih karena tak bisa bermain, namun bintang Real Madrid itu bisa tersenyum lebar karena Portugal akhirnya bisa jadi juara setelah menang dengan skor tipis 1-0.

Dan usai partai final tersebut, Ronaldo pasti bisa tersenyum kian lebar lagi lantaran ia sukses mencatatkan sejumlah rekor pribadi. Rekor-rekor apakah itu? Simak rangkumannya berikut ini.

1. Samai Rekor Gol Platini

Sebelum Euro 2016 ini, Ronaldo total mencetak enam gol di sepanjang keikut sertaannya di putaran final Euro. Dan selama di Prancis, ia berhasil mencetak tiga gol.

Itu artinya koleksi gol Ronaldo di ajang Euro menjadi sembilan. Jumlah itu sama dengan jumlah yang dikoleksi legenda timnas Prancis, Michel Platini. Mereka berdua kini jadi top skorer sepanjang masa turnamen tersebut.

2. Caps Terbanyak Putaran Final Euro

Sebelum pergelaran Euro 2016 ini, Ronaldo telah tampil sebanyak 14 kali di putaran final turnamen tersebut. Dan selama di Prancis ini, termasuk di laga final, Ronaldo terus dimainkan oleh Fernando Santos.

Jika dihitung dari fase grup sampai babak final, Ronaldo bermain sebanyak tujuh kali. Dan itu artinya total ia telah bermain sebanyak 21 kali di turnamen tersebut. Ia pun sukses melewati caps Bastian Schweinsteiger bersama timnas Jerman (18 kali) dan Gianluigi Buffon bersama Italia (17 kali).

3. Lewati Rekor Caps Figo di Timnas

Sebelum pentas Euro ini, rekor penampilan terbanyak bagi timnas Portugal masih dipegang oleh mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, Luis Figo. Ia mengoleksi 127 caps bersama Selecao.

Namun rekor itu langsung dilewati oleh Ronaldo. Setelah tampil di Euro 2016 ini, caps Ronaldo bersama Portugal melambung ke angka 133, beda enam caps dengan Figo. Caps itu sendiri kemungkinan masih bisa bertambah lagi karena CR7 masih berusia 31 tahun dan masih sangat fit untuk bisa membela Portugal di level internasional selama setidaknya sekitar dua atau tiga tahun lagi.

4. Pemain Pertama Yang Selalu Cetak Gol di Empat Gelaran Euro

Ronaldo memulai perjalannya di Euro 2016 ini sebagai salah satu dari tujuh pemain yang selalu berhasil mencetak gol di tiga gelaran Euro yang berbeda. Ia pun bersaing bersama dengan Zlatan Ibrahimovic untuk bisa mencetak gol di pentas Euro keempat.

Pada akhirnya, Ibrahimovic gagal melakukannya. Ia tak bisa mencetak gol sama sekali di Euro di Prancis ini. Sebaliknya, Ronaldo berhasil mengoleksi tiga gol selama turnamen tersebut. Gol perdananya ia cetak ke gawang Hungaria di fase grup.

Catatan Gol Ronaldo di Euro:
2004 vs Yunani (1), Belanda (1)
2008 vs Republik Ceko (1)
2012 vs Belanda (2), Republik Ceko (1)
2016 vs Hungaria (2), Wales (1)

5. Trigol di Putaran Final Euro Yang Berbeda

Di gelaran final Euro 2016 ini, Ronaldo sukses mencetak tiga gol. Rinciannya: Dua gol ke gawang Hungaria dan satu gol lagi ke gawang Wales.

Kreasi tiga gol itu pun membuat CR7 jadi pemain pertama yang mampu mencetak tiga gol di putaran final Euro lebih dari sekali. Yang pertama berhasil ia lakukan di putaran final Euro 2012. Saat itu ia sukses mencetak gol ke gawang Belanda (dua kali) dan sisanya ia lesakkan ke gawang Ceko.

6. Top Skorer Euro Sepanjang Masa (Termasuk Fase Kualifikasi)

Ronaldo dan Ibrahimovic lagi-lagi saling bersaing untuk jadi yang paling tajam di Eropa. Sebelum putaran final Euro 2016 ini dimulai, Ibra mengoleksi 25 gol. Sementara itu CR7 26 gol dan lima di antaranya ia koleksi di babak kualifikasi dalam perjalanan menuju Prancis.

Namun pada akhirnya koleksi gol Ibra tak bertambah. Di sisi lain, Ronaldo sukses menyumbangkan tiga gol di putaran final. Itu artinya ia kini mengoleksi 29 gol. Ia pun jadi top skorer di ajang tersebut sejauh ini dan jumlah itu rasanya akan sulit disamai pemain lain dalam waktu dekat.

6 Pemain yang Gagal Bersinar di Piala Eropa 2016

Piala Eropa 2016 resmi berakhir usai laga final antara Portugal dan Prancis selesai. Portugal sukses membalikkan kritikan negatif dengan mengamankan trofi Henri Delaunay untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di pentas Internasional.

Seperti laiknya sebuah turnamen, selalu ada pemain yang mendapat predikat terbaik dan terburuk sepanjang penyelenggaraan turnamen. Para pemain yang mendapat predikat terburuk dinilai gagal memenuhi ekspektasi yang dibebankan kepadanya sebelum turnamen berlangsung.

Berikut ini adalah 5 pemain dengan peforma terburuk pada Piala Eropa 2016:

1. Thomas Muller – Jerman

Dua tahun lalu, pada penyelenggaraan Piala Dunia 2014, Thomas Muller menjadi satu di antara pahlawan Jerman. Pemain Bayern Munchen ini menjadi mesin gol utama Die Mannschaft dengan koleksi lima gol. Namun penampilan Muller pada Piala Eropa 2016 sangat bertolak belakang. Selain gagal membuat gol, pemain berusia 26 tahun ini juga gagal saat menjadi eksekutor penalti dalam laga melawan Italia.

2. Joe Hart – Inggris

Pelatih baru Inggris mempunyai pekerjaan berat untuk memperbaiki performa The Three Lions. Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Joe Hart yang berposisi sebagai penjaga gawang. Dari empat pertandingan yang dijalani Inggris pada Piala Eropa 2016, kiper Manchester City memungut bola sebanyak empat kali dari gawangnya. Dua gol yang bersarang di gawangnya saat melawan Islandia bahkan memulangkan St. Goerge’s Cross dari Prancis. Hart harus mendapat kompetisi dari kiper lainnya agar bisa kembali ke performa terbaiknya.

3. Harry Kane – Inggris

Harry Kane berangkat ke Prancis dengan ekspektasi tinggi bisa menjadi mesin gol utama Inggris setelah menjadi pemain tersubur di kompetisi Premier League. Namun di Prancis, ia gagal menyarangkan satu gol pun sehingga The Three Lions pun tersingkir pada babak 16 besar. Meskipun tidak mutlak kesalahan dari Kane, namun penyerang Tottenham Hotspur tetap merasakan tekanan yang besar sepulangnya dari Prancis.

4. Arda Turan – Turki

Arda Turan yang bermain untuk Barcelona menjadi tulang punggung dan ikon utama tim nasional Turki pada Piala Eropa 2016. Namun Turan gagal memenuhi ekspektasi dengan penampilannya yang tidak maksimal. Para suporter Turki pun mencemoohnya saat Tim Bulan Sabit takluk dari Spanyol dengan skor 3-0.

5. Zlatan Ibrahimovic – Swedia

Piala Eropa 2016 menjadi turnamen besar terakhir Zlatan Ibrahimovic bersama tim nasional Swedia. Striker berusia 34 tahun ini resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas usai pergelaran Piala Eropa 2016. Namun, penampilan kapten Swedia ini tidak maksimal setelah gagal mencetak satu gol pun di Piala Eropa dan hanya mengantar Swedia meraih satu poin dari tiga pertandingan di fase grup. Seharusnya, perpisahannya dengan timnas bisa lebih manis jika ia bisa membawa negaranya ke fase knockout.

6. Robert Lewandowski – Polandia

Robert Lewandowski menjadi andalan utama timnas Polandia pada Piala Eropa 2016. Namun penyerang yang bermain untuk Bayern Munchen ini hanya berhasil mengoleksi satu gol dari lima penampilannya sepanjang Piala Eropa 2016. Lewandowski baru bisa menyarangkan bola di jala lawan pada laga melawan Portugal, yang juga menjadi laga terakhir Polandia pada Piala Eropa 2016.

Komentar Ronaldo Setelah Portugal Juara Piala Eropa 2016

Saint-Denis – Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, mengatakan gelar juara Piala Eropa merupakan momen yang sudah lama dinantinya. Mimpi Ronaldo pun terwujud pada Piala Eropa edisi tahun ini.

Portugal menjadi juara setelah menang 1-0 atas Prancis di Stade de France, Saint-Denis, Minggu (10/7/2016) atau Senin dini hari WIB. Kemenangan A Selecao das Quinas ditentukan melalui gol Eder pada menit ke-109.

“Saya sangat bahagia. Ini sesuatu yang sudah lama saya nantikan, yaitu sejak Piala Eropa 2004. Saya terus berdoa kepada Tuhan agar mendapatkan kesempatan lagi untuk mencoba menjuarai Piala Eropa,” kata Ronaldo seusai pertandingan.

“Seluruh orang Portugal layak mendapatkan gelar ini. Para pemain juga pantas menjadi juara. Kami mempunyai kualitas dan kemampuan. Pelatih kami pun memiliki strategi untuk memenangi pertandingan,” lanjut Ronaldo.

Gelar tersebut menjadi prestasi terbaik Portugal selama ikut serta dalam kejuaraan resmi. Sebelumnya, catatan terbaik Portugal hanya sampai babak final Piala Eropa 2004 dan kalah 0-1 dari Yunani.

“Saya senang bisa mengalahkan Prancis. Ini salah satu momen terindah dalam karier saya. Saya selalu ingin memenangi trofi untuk Portugal dan membuat sejarah. Kini, saya bisa mewujudkannya. Terima kasih Tuhan segalanya berjalan dengan baik,” ucap Ronaldo.

Dalam laga tersebut, Ronaldo hanya bermain selama 25 menit dan kemudian diganti Ricardo Quaresma. Pemain yang membela Real Madrid itu ditarik keluar karena mengalami cedera setelah dijegal gelandang Prancis, Dimitri Payet.

Ronaldo pun sempat menangis saat ditandu keluar lapangan. “Sayangnya, sesuatu tidak berjalan baik untuk saya. Saya mengalami cedera pada awal babak pertama. Namun, saya selalu percaya kepada para pemain lain,” tutur pemain berusia 31 tahun itu.

Ibrahimovic Resmi Umumkan Gabung MU

Zlatan Ibrahimovic akhirnya memungkasi semua spekulasi ihwal masa depan klub yang akan dibelanya pada musim depan. Ibrahimovic telah memberikan pengumuman bahwa ia akan bergabung dengan Manchester United.

Hal tersebut dikabarkan langsung oleh pemain berusia 34 tahun ini. Ibrahimovic memberikan pengumuman lewat akun instagram dan twitter resmi miliknya. Berikut selengkapnya:

“Waktunya untuk membiarkan dunia tahu. tujuan saya berikutnya adalah Manchester United,” tulis Ibrahimovic.

Ibrahimovic bergabung dengan Manchester United dengan status bebas transfer. Pemain yang baru saja memutuskan pensiun dari timnas Swedia ini sebelumnya membela klub asal Prancis, PSG. Kontraknya bersama PSG sudah habis.

Belum ada keterangan lebih lanjut ihwal nilai dan durasi kontrak, serta gaji yang akan diterima oleh Ibrahimovic dari Setan Merah. Pasalnya, pihak MU sejauh ini masih belum merilis keterangan resmi.

Prediksi Polandia vs Portugal 1 Juli 2016

Portugal akan mencoba menegaskan kembali status mereka sebagai calon kuat juara Euro 2016 ini. Anak asuh Fernando Santos akan mencoba lolos ke babak semifinal Euro 2016 dengan mengalahkan Polandia di Stade Velodrome pada hari Jumat (1/7) dini hari nanti.

Diperkuat oleh sejumlah bintang kenamaan dunia, Portugal menjadi salah satu tim yang diperhitungkan untuk menjadi juara di Euro 2016 ini. Namun pada prakteknya, penampilan La Seleccao ini jauh dari kata memuaskan. Selama fase grup mereka hanya mampu meraih tiga hasil seri, dan secara ‘kebetulan’ mereka berhasil mengalahkan Kroasia melalui gol menit akhir Ricardo Quaresma. Untuk itu laga melawan Portugal adalah saat yang tepat untuk Portugal membuktikan diri bahwa mereka adalah kandidat juara yang layak pada turnamen ini.

Polandia sendiri bisa dikatakan salah satu tim kuda hitam yang mampu berbicara banyak di Euro 2016 ini. Tim besutan Adam Nawalka ini mengakhiri fase grup dengan dua kemenangan dan satu hasil seri melawan Jerman, sedangkan di babak 16 besar mereka sukses menyingkirkan Swiss melalui babak adu penalti. Untuk itu Polandia akan menjadi lawan yang tepat bagi Portugal untuk membuktikan diri mereka layak diperhitungkan di Euro 2016.

Sepanjang sejarah, Kedua negara tercatat sudah bertemu 22 kali, di mana Portugal mampu menang di 11 laga sedangkan Polandia hanya mampu menang di tiga laga. Terakhir kali kedua negara ini bertemu pada partai kompetitif yaitu saat Portugal mengalahkan Polandia dengan skor telak 4-0 di Piala Dunia 2002. Untuk itu Portugal diprediksi akan berusaha mengulangi pencapaian tersebut pada akhir pekan nanti.

Di kubu Polandia, pelatih Adam Nawalka dikabarkan masih tidak bisa memainkan Penjaga Gawang Wojciech Szczesny yang mengalami cedera. Oleh karenanya, kiper Swansea City Lukasz Fabianksi diprediksi akan menjadi andalan Nawalka pada laga ini.

Dengan menggunakan formasi 4-4-1-1, Robert Lewandowski yang tampil kurang maksimal pada di partai-partai sebelumnya kemungkinan akan tetap dimainkan sebagai penyerang tunggal pada laga ini dengan Arkadiusz Milik yang akan menjadi penyerang bayangan pada laga ini. Selain itu lini serang Polandia akan dibantu oleh pergerakan Jacub Blaszczykowski dan Kamil Grosicki dari sayap.

Di kubu Portugal, pelatih Fernando Santos dikabarkan tidak memiliki masalah yang berarti dengan cedera. Hal itu berarti pelatih 61 tahun tersebut bisa menurunkan susunan pemain terbaiknya pada laga ini.

Dengan menggunakan formasi 4-4-2, Luis Nani dan sang kapten Cristiano Ronaldo akan dipercaya menjadi duet maut untuk menjebol gawang Polandia. Dari sayap, Joao Mario dan Andre Gomes akan membantu serangan Portugal sementara Renato Sanches yang tampil impresif pada pertandingan 16 besar kemarin diperkirakan akan tampil bersama William Carvalho untuk mengatur aliran bola Seleccao. Di lini belakang Rui Patricio akan kembali mengawal gawang Portugal sementara Ricardo Carvalho dan Pepe akan menjadi benteng tangguh di pertahanan Portugal.

Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim:

Polandia (4-4-1-1): Fabianski; Jedrzejczyk, Glik, Pazdan, Cionek; Grosicki, Jodlowiec, Krychowiak, Blaszczykowski; Milik; Lewandowski

Portugal (4-4-2): Patricio; Guerreiro, Carvalho, Pepe, Soares; Gomes, Sanches, W.Carvalho, Mario; Nani, Ronaldo

Statistik Kedua Tim

Head to Head

01/03/12 Polandia 0 – 0 Portugal (Uji Coba)
09/09/07 Portugal 2 – 2 Polandia (Kualifikasi Euro)
12/10/06 Polandia 2 – 1 Portugal (Kualifikasi Euro)
10/06/02 Portugal 4 – 0 Polandia (Piala Dunia)
08/06/86 Polandia 1 – 0 Portugal (Piala Dunia)

Lima Pertandingan Terakhir Polandia (S-M-S-M-M)

06/06/16 Polandia 0 – 0 Lithuania (Uji Coba)
12/06/16 Polandia 1 – 0 Irlandia Utara (Euro 2016)
17/06/16 Jerman 0 – 0 Polandia (Euro 2016)
21/06/16 Ukraina 0 – 1 Polandia (Euro 2016)
25/06/16 Swiss 1 – 1 Polandia (Euro 2016)

Lima Pertandingan Terakhir Portugal (M-S-S-S-M)

09/06/16 Portugal 7 – 0 Estonia (Uji Coba)
15/06/16 Portugal 1 – 1 Islandia (Euro 2016)
19/06/16 Portugal 0 – 0 Austria (Euro 2016)
22/06/16 Hungaria 3 – 3 Portugal (Euro 2016)
26/06/16 Kroasia 0 – 1 Portugal (Euro 2016)

Prediksi Skor

Pertandingan yang digelar di Stade Velodrome ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Pasalnya kedua tim memperebutkan satu tiket ke babak semi final Euro 2016 sehingga kedua tim akan mempertaruhkan semua yang mereka punya untuk memenangkan laga ini.

Jika melihat performa kedua tim selama babak grup dan 16 besar, Portugal kemungkinan besar tidak akan diunggulkan pada laga ini. Pasalnya anak asuh Fernando Santos ini tampil mengecewakan, di mana permainan mereka masih tidak terorganisir dan terlalu bertumpu pada sosok Cristiano Ronaldo. Di sisi lain, Polandia menunjukkan permainan tim yang sangat bagus selama babak grup kendati juru gedor utama mereka Robert Lewandowski belum menunjukan taji mereka.

5 Fakta Menarik Islandia, Negeri Mini di Piala Eropa 2016

Islandia membuat langkah besar dalam debut penampilan di Piala Eropa 2016. Tim asuhan Lars Lagerback ini memastikan lolos ke perempat final setelah menang 2-1 atas Inggris di Stadion Allianz Riviera, Selasa (28/6/2016).

Gol dari Ragnar Sigurdsson dan Kolbeinn Sigthorsson membuat Inggris yang sebetulnya unggul lebih dulu lewat penalti Wayne Rooney harus pulang. Islandia akan menantang tuan rumah Prancis di fase perempat final, Senin (4/7/2016). Sebagai kontestan putaran final Piala Eropa, Islandia memiliki sejumlah fakta menarik. Berikut lima hal menarik terkait Islandia:

1. Negara Terkecil di Putaran Final

Islandia adalah negara dengan populasi terkecil yang pernah berlaga di putaran final Piala Eropa. Saat ini populasi Islandia hanya berjumlah 332.559 penduduk saja. Jumlah ini bahkan lebih kecil dibanding Trinidad dan Tobago (1,2 juta penduduk) yang menjadi negara dengan jumlah populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Jumlah populasi di Islandia itu kira-kira sama dengan jumlah penonton di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, jika terisi penuh sebanyak empat kali.

2. Lebih Banyak Gunung Berapi Ketimbang Pesepakbola

Ini adalah fakta yang mengejutkan buat sebagian orang. Islandia memiliki jumlah gunung berapi yang lebih banyak dibanding pesepakbola profesional.

Secara total, ada 23.000 pesepakbola yang ada di Islandia, namun hanya ada 120 saja yang terdaftar sebagai pemain profesional. Sementara di seantero Islandia ada 126 gunung berapi.

3. 8% Penduduk Pergi ke Prancis

Selama berlaga di Piala Eropa 2016, timnas Islandia mendapatkan banyak dukungan dari suporternya. Diperkirakan sebanyak 8% dari keseluruhan penduduk Islandia mendatangi Prancis untuk memberikan dukungan buat Gylfi Sigurdsson dkk. di Prancis.

4. Lebih Banyak Domba Dibanding Manusia

Mirip dengan perbandingan pesepakbola dan gunung berapi. Jumlah manusia di Islandia kalah banyak dibanding jumlah domba. Saat ini diperkirakan jumlah domba di Islandia sebanyak 600.000, hampir dua kali lipat jumlah populasi manusia.

5. Dilatih Dokter Gigi

Dipermalukan oleh tim yang dilatih dokter gigi. Begitu headline media di Inggris setelah Wayne Rooney dkk. disingkirkan Islandia dengan skor 1-2 di babak perdelapan final Piala Eropa 2016.

Islandia saat ini dilatih oleh duet Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson. Lagerback adalah pelatih asal Swedia, sementara partnernya asli Islandia. Saat ini, selain menjadi pelatih timnas Islandia, profesi Heimir memang betul adalah seorang dokter gigi.

Metro, Sang Idola Warga Paris

Paris dan Jakarta tidak jauh berbeda. Kepadatan dan macet ada di mana-mana. Namun, bagi masyarakat kota berpenduduk 2,2 juta jiwa tersebut ada alternatif penyelesaian lain. Apalagi kalau bukan sistem subway, yang dibangun di bawah tanah lebih dari 100 tahun lalu.

Menurut catatan sejarah, sistem subway di Paris pertama kali dibuka untuk umum pada 19 Juli 1990. Kala itu, sang kontraktor Fulgence Bienvenue bekerja sama dengan arsitek Hektor Guimard membuka jalur pertama dari Porte de Vinvennes menuju Porte Malliot.

Seiring perjalanannya, Bienvenue dan Guimard terus membangun ribuan lintasan dan pada 1945 pun secara khusus dibuat dibuat jalur ke luar kota. Proyek pembangunan lintasan pun berakhir pada 1999 setelah dianggap cukup mengakomodasi sistem transportasi di Paris.

Total sebanyak 15 jalur subway kini tersedia di Paris. Dengan lintasan sepanjang 199 kilometer, jalur tersebut memiliki 368 stasiun, dengan 87 di antaranya saling berhubungan satu sama lain untuk menuju ke sejumlah pusat kota atau perkantoran yang pada penduduk.

Soal ketepatan waktu? Jangan bandingkan dengan Jakarta. Selama Bola.com berada di Paris, rasanya hampir tidak ada keterlambatan jadwal. Jika seseorang telat atau ketinggalan kereta pun, biasanya dia hanya bakal menunggu beberapa menit hingga kereta berikutnya datang.

Mudah
Bagi orang yang baru pertama kali menaiki Metro (sebutan kereta bawah tanah Paris) juga terasa amat mudah. Tidak perlu banyak bertanya kepada orang karena peta perjalanan Metro, bahkan hingga bus kota di Paris terpampang jelas, lengkap dengan petunjuk arahnya.

Begitu masuk kereta, peta serta jalur yang dilewati kereta terpampang di bagian atas setiap pintu masuk dan keluar gerbong. Penumpang tinggal masuk, duduk dengan tenang sembari membaca buku atau memainkan telepon seluler, tanpa takut terlewat tujuan

Berbagai kemudahan inilah yang membuat Metro menjadi idola bagi warga Paris. Coba saja bertanya kepada masyarakat sekitar untuk mencari arah perjalanan. Tanpa ragu, yang mereka sarankan adalah naik Metro, bukan bus kota, taksi, ataupun Uber yang kian menjamur.

Belum lagi melihat pria berjas atau para wanita karier yang tak jarang terlihat di sejumlah gerbong kereta. Alasannya, menurut mereka, Metro adalah transportasi yang mudah dan cepat. Harganya pun cukup ramah ketimbang transportasi lain yang bisa berkali lipat.

“Paris sangat macet dan itu bisa membuat saya pusing jika harus menaiki bus atau mobil. Baru sebentar jalan sudah mengerem lagi,” ungkap salah satu warga Paris.

Jalur
Ada dua sistem subway di Paris. Metro adalah kereta khusus yang melayani perjalanan dalam kota, sementara Reseaux Express Reginale (RER) dibuat khusus bagi yang ingin ke pinggir kota. Namun, jalur keduanya saling berhubungan sehingga memudahkan penumpang untuk berganti kereta.

Jika ingin berpergian dari satu tempat ke tempat lain di jalur Metro atau RER, penumpang tinggal pindah ke loket penjual tiket yang jaraknya sangat dekat. Untuk menuju ke Museum Louvre dari stasiun Camp de Mars di dekat fan zone Piala Eropa 2016 Paris, misalnya, penumpang bisa naik Metro hingga stasion Invalides.

Setelah itu, perjalanan lalu dilanjutkan dengan pindah ke jalur lain hingga Concorde. Stasiun itu pun menjadi pemberhentian terakhir jika ingin ke Louvre. Kelihatannya memang rumit, namun semuanya akan terasa mudah karena ada petunjuk arah di setiap sudut jalan.

Soal harga tiket? Jangan khawatir. Selain lebih murah, operator Metro dan RER memberi berbagai kemudahan. Jika ingin sesekali menaiki Metro, penumpang bisa membeli tiket satuan seharga 1,7 euro atau sekitar Rp 24.700. Bagi yang ingin menjelajahi kota Paris sebaiknya membeli paket 10 tiket, tentu dengan harga lebih murah, yakni sebesar 1,4 euro per tiket.

Harga Rp 24.000-an untuk sekali naik kereta memang terkesan mahal bagi warga Jakarta. Namun, bayangkan uang yang harus dikeluarkan jika naik taksi. Salah satu rekan asal Indonesia pun sempat kena imbasnya. Untuk jarak hanya sekitar 5 km, dia harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 436 ribu.

“Ngeri kalau naik kereta, katanya banyak copet,” ujar dia saat ditanya alasan lebih memilih menaiki taksi ketimbang kereta bawah tanah di Paris. Memang benar sih, di Paris banyak copet berkeliaran. Namun, copet-copet rasanya ada di mana-mana, apalagi di Jakarta!

Piala Eropa Tak Butuh Komentator Sepak Bola

Sepak bola bisa dinikmati berbagai cara apapun. Pendapat itu setidaknya berlaku di fan zone Piala Eropa 2016 Paris, Prancis. Meski komentator di layar raksasa memakai bahasa Prancis, beberapa suporter dari negara lain terlihat tetap asyik mengikuti jalannya laga.

Seluruh pertandingan yang disiarkan dalam area fan zone Paris memang dikomentatori dengan bahasa lokal. Namun, sejumlah suporter yang hadir di area itu tentu tidak hanya berasal dari Prancis saja, tetapi juga ada yang secara khusus datang dari berbagai belahan dunia.

Namun, ternyata perbedaan bahasa tidak membuat antusiame mereka terhadap laga Piala Eropa berkurang. Entah sang komentator berbicara apa, jika ada pelanggaran, gol, atau sejumlah kejadian menarik, para suporter non-Prancis sudah pasti langsung berteriak histeris.

Bahkan, salah satu kejadian menarik sempat terjadi begitu Bola.com mengunjungi fan zone tersebut, Minggu (26/6/2016) sore waktu setempat. Karena ketinggalan momen istimewa, salah satu suporter Irlandia terlihat kebingungan ingin tahu apa yang terjadi di dalam lapangan.

Rekannya pun hanya menggeleng-gelengkan kepala. Begitu layar raksasa menampilkan siaran ulang selang beberapa menit, suporter Irlandia itu baru terlihat paham karena momen yang dimaksud adalah ketika Gicnac membuang peluang emas di depan gawang Prancis.

Andai saja pertandingan di layar raksasa itu dikomentatori dalam bahasa Inggris, yang lebih universal, suporter itu kiranya tidak perlu kebingungan jika telat menyaksikan momen penting dalam laga. Namun, namanya juga sepak bola. Meski tanpa komentator, suporter toh bisa tetap gembira.

Fans Messi dan Ronaldo Bentrok, Tiga Orang Terluka

Keributan terjadi setelah pertandingan antara Portugal melawan Kroasia. Namun keributan tidak terjadi di Prancis, tapi di Nigeria. Keributan terpicu soal perdebatan mengenai siapa yang lebih hebat; Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

Portugal menjalani pertandingan ketat melawan Kroasia di ajang Euro 2016. Portugal berhasil menang lewat gol tunggal Ricardo Quaresma pada menit-menit akhir babak tambahan waktu. Tembakan Ronaldo dihalau Subasic namun Quaresma menyambarnya untuk memastikan Portugal lolos ke perempat final.

Saat itulah fan Ronaldo yang bernama Marshal merayakannya habis-habisan dalam acara nonton bareng di sebuah cafe. Hal itu menyinggung seorang fan Messi yang bernama Obinna. Marshal dan Obinna sebelumnya memang sudah kerap terlibat perdebatan soal Ronaldo vs Messi.

Saat Quaresma mencetak gol, Marshal mendatangi Obinna dan meneriakkan: ‘Kubilang juga apa, Ronaldo yang terbaik!’. Obinna yang kesal lalu mendorong Marshal. Perkelahian pun terjadi.

Perkelahian itu meluas karena teman Marshal dan Obinna ikut berkelahi. Menurut laporan Nigeria Today, setelah perkelahian usai, tiga orang mengalami luka serius, termasuk Obinna.

Disoal Euro 2016, Ronaldo Lempar Mikrofon Reporter ke Danau

Cristiano Ronaldo mungkin saja sedang dalam mood kurang baik. Buktinya, ketika sang bintang Real Madrid tersebut ditanya soal persiapan menghadapi Hungaria, ia justru melempar mikrofon milik reporter ke danau.

Ronaldo belum mampu memberikan pengaruh bagi Portugal sejauh ini. Dari dua laga yang dijalani, ia sama sekali tak mencetak gol. Di laga terakhir, pemain 31 tahun tersebut bahkan gagal dalam penalti yang membuat timnya gagal menang lawan Austria.

Jika Portugal kalah lagi, maka mereka terancam tereliminasi dari turnamen. Oleh karena itu, pasukan Fernando Santos harus latihan keras menyambut laga terakhir di grup F.

Waktu itu, Ronaldo sedang berjalan di pinggir danau di komplek latihan Portugal di Lyon. Reporter dari CMTV ingin menanyakan apakah ia sudah siap menjalani laga lawan Hungaria. Bukan jawaban bijaksana diberikan, tapi ia justru merebut mikrofon reporter lalu melemparnya ke danau.

Performa Ronaldo di Euro 2016 memang menjadi sorotan. Beberapa hari sebelumnya, para netizens menyindir Ronaldo dengan gambar-gambar yang dibuat lelucon.