Eman Buktikan Kiper Tanpa Kaki Bisa Berprestasi

Tim Homeless World Cup (HWC) Indonesia mendapatkan peringkat ke tujuh pada ajang HWC 2016 yang digelar di Glasgow, Skotlandia, 10-16 Juli. Pada turnamen ini, Eman Sulaeman terpilih menjadi kiper terbaik.

Yang menarik, Eman memiliki keterbatasan fisik, yakni terlahir tanpa kaki. Kaki kanannya hanya sebatas pergelangan, sementara kaki kirinya sebatas lutut.

Saat berada di tengah lapangan pun, Eman bertumpu dengan kaki kanannya. Sedangkan tangan kirinya ikut membantu menahan badan ketika sedang menguasai bola.

Namun, kiper yang mengidolakan Edwin Van Der Sar ini berhasil menyihir mata dunia dengan aksi-aksi hebatnya selama turnamen berlangsung. Eman tampil impresif menjaga gawang Indonesia agar tidak kebobolan.

Aksi-aksinya di tengah keterbatasan yang dimiliki membuat dia menjadi sorotan media internasional. Setibanya di tanah air, Eman mengaku tidak menyangka bisa menjadi kiper terbaik karena dia menilai masih banyak penjaga gawang yang tampil lebih bagus dengan fisik yang sempurna.

“Yang jelas persaingan di HWC sangat luar biasa. Saya seperti mimpi bisa tampil pada kompetisi berlevel international dan bangga sekali dapat mewakili Indonesia sebagai kiper terbaik,” ujar Eman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (19/7) dini hari.

Namun, pencapaian yang didapatkan Eman tak lantas membuatnya berpuas diri. Sebab, pria asal Sunda ini memiliki satu misi yang ingin ia jalankan yaitu menjadi motivator bagi anak-anak muda difabel.

Eman ingin berbagi ilmu kepada mereka dan membuktikan bahwa dengan keterbatasan fisik tidak otomatis menghalangi seseorang untuk berprestasi. Asalkan dia tetap percaya diri dan tak berkecil hati.

“Saya termotivasi untuk bisa buktikan bahwa orang-orang seperti saya bisa berprestasi bagi Indonesia. Kuncinya jangan berdiam diri dan yakin bahwa setiap orang punya kelebihan,” pungkas Eman.

Sejarah Hari Ini (19 Juli): Emmanuel Adebayor Tinggalkan Arsenal

Penyerang internasional Togo itu memilih hengkang dari Emirates Stadium untuk bergabung dengan Manchester City arahan manajer Mark Hughes di musim panas 2009.

Hari ini tujuh tahun lalu, Emmanuel Adebayor meresmikan kepergiannya dari Arsenal ke klub kaya Manchester City.

Penyerang internasional Togo itu menyepakati kontrak berdurasi lima tahun bersama City dan menjadi bomber ketiga yang merapat ke Eastlands sepanjang bursa transfer musim panas 2009.

Sebelum itu, manajer Mark Hughes sudah berhasil mendapatkan Roque Santa Cruz dan Carlos Tevez dan, dengan masuknya Adebayor, lini depan City tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Mengenai kedatangannya ke Etihad Stadium, Adebayor berkata: “City membuat saya merasa istimewa dan saya tak sabar bermain di depan fans City dan membuktikan kepada mereka akan kemampuanku.

“Saya terlahir untuk bermain sepakbola dan itulah yang saya ingin lakukan. Saya datang ke sini untuk mencetak sejarah bersama klub ini dan menantikan aksi suporternya. Itu yang dikatakan presiden dan manajer tim saat mengungkapkan keinginannya dan saya tak sabar untuk segera tampil.”

Di musim pertamanya membela City, Adebayor mampu mencetak 14 gol dari 26 penampilannya di Liga Primer, termasuk di antaranya lesakan ke gawang Arsenal pada September 2009 yang mengundang kontroversi mengingat selebrasinya yang dianggap berlebihan.

uporter Arsenal mungkin masih ingat dengan perayaan Adebayor tersebut dan menjadikannya sebagai musuh bersama, sebagaimana sang mantan pemain kemudian melakukan kepindahan kontroversial dengan merapat ke Tottenham Hotspur di musim panas 2011.

Kini Adebayor yang berusia 32 tahun tidak memiliki klub setelah dilepas Crystal Palace di akhir musim kemarin.

Pencuri di Rumah Mourinho Akhirnya Dipenjara

Jose Mourinho mendapatkan kejutan yang kurang menyenangkan saat menyaksikan timnas Portugal bermain di final Euro 2016 lalu. Mou menyaksikan pertandingan antara Portugal melawan Prancis itu di rumahnya di Westminster, London.

Saat sedang menikmati pertandingan, seorang kriminal bernama Gabor Roman mendatangi lingkungan di sekitar rumah Mou. Tingkahnya memang sudah mencurigakan, ia mendatangi setiap rumah dan mencoba membobolnya.

Saat mencoba memasuki rumah Mourinho, ulah Roman diketahui pembantu Mou. Sang pembantu berteriak dan kemudian staf keamanan pribadi Mourinho segera meringkus Roman. Beberapa waktu kemudian, polisi datang untuk membawa Roman.

Rumah

Setelah melewati persidangan yang berjalan cukup cepat, hakim akhirnya menjatuhkan vonis. Roman dijatuhi hukuman penjara selama empat pekan dengan tuduhan percobaan pencurian.

Saksi mata menyatakan bahwa baik Mourinho dan sang pencuri sama-sama bingung. “Jose kelihatan bingung. Saya rasa pelaku juga sama bingungnya, tidak tahu bahwa rumah yang coba dia masuki adalah milik salah satu pelatih paling terkenal di dunia,” terang seorang saksi kepada The Sun.

Sejarah Hari Ini (18 Juli): Mengenang Giacinto Facchetti

Giacinto Facchetti dikenal sebagai salah satu presiden ternama Inter sekaligus salah satu bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Italia semasa aktif bermain.

Sebagai seorang pesepakbola, Giacinto Facchetti memiliki reputasi mentereng kala masih aktif bermain baik bersama Internazionale maupun tim nasional Italia.

Lahir pada 18 Juli 1942 di Treviglio, Italia, Facchetti menghabiskan seluruh karier profesionalnya hanya memperkuat Nerazzurri. Tercatat total 634 penampilan dengan lesakkan 75 gol ditorehkannya selama berkostum biru hitam.

Ia juga merupakan bagian dari kesebelasan Inter yang terkenal dengan julukan era ‘Grande Inter’ di bawah arahan pelatih Helenio Herrera yang sukses memenangkan empat scudetto Serie A Italia, dua Liga Champions serta sepasang trofi Piala Interkontinental.

Sementara di level internasional, Facchetti memperkuat pasukan Gli Azzurri sebanyak 94 laga dan turut ambil bagian dalam tiga gelaran Piala Dunia dengan salah satunya meraih posisi runner-up pada edisi 1970.

Selepas menutup kariernya sebagai bek kiri, Facchetti tetap mengabdi pada Inter di balik jajaran manajemen tim, hingga pada 2004 lalu terpilih sebagai presiden klub sebelum menghembuskan napas terakhir pada 4 September 2006.

Semasa hidup, Facchetti dikenang sebagai salah satu bek kiri terbaik dalam generasinya yang memiliki visi hebat dalam membantu serangan. Kepiawaiannya tersebut terbukti dengan adanya pernghargaan tempat kedua dalam ajang Ballon d’Or 1965.

Memiliki kemampuan bagus dalam menempatkan posisi, yang ditunjang dengan kecepatan, teknik, ketangkasan serta fisik dan stamina kuat membuat duetnya bersama Tarcisio Burgnich di sisi lain menjadi salah satu elemen penting dalam sistem catenaccio Inter pada waktu itu.

Kualitas Facchetti saat masih aktif bermain juga mendapat pengakuan dari legenda sepakbola lainnya, Pele yang memasukkannya ke dalam daftar 125 pesepakbola terhebat yang pernah ada sebagai bagian dari perayaan satu abad FIFA pada Maret 2004 silam.

Untuk mengenang jasa pria yang wafat pada usia 64 tahun akibat kanker pankreas, Inter memberikan penghormatan spesial dengan memensiunkan nomor punggung 3 milik Facchetti.

Di luar dari sederet penghargaan dari dunia sepakbola, nama Facchetti juga diabadikan sebagai nama wilayah di Cesano Maderno, sebuah distrik di kota Milan pada 22 September 2008 , sekaligus menunjukkan betapa besarnya pengaruh yang sudah ditimbulkan sang mendiang.

6 Mantan Punggawa Timnas U-23 Tak Tertarik Bermain Pokemon Go

Permainan Pokemon Go sekarang sedang banyak digandrungi orang Indonesia. Hampir sebagian besar para penggila permainan tersebut berusia muda.

Akan tetapi, rupanya ada beberapa mantan pemain tim nasional (timnas) U-23 Indonesia yang tak ikut-ikutan menggilai permainan Pokemon Go. Kepada Bola.net, Minggu (17/7), keenam mantan pemain Garuda Muda ini mengungkapkan alasannya.

“Takut ketagihan dan gak bisa tidur, haha,” ujar Abduh Lestaluhu.

Selain takut ketagihan, ada pula yang tak suka permainan Pokemon Go karena menilai tak ada manfaatnya. “Kurang kerjaan dan gak tertarik juga, hahaha,” ujar Wawan Febrianto.

“Engga lah, kurang kerjaan main gituan, hahaha,” Adam Alis memberi penilaiannya terhadap manfaat permainan Pokemon Go.

Kerumitan dalam memainkan Pokemon Go juga membuat orang berpikir ulang untuk mencobanya. “Saya sebenarnya suka main game, cuma Pokemon enggak karena malas aja jalan-jalan nyarinya,” ujar Hargianto.

“Ya kalau saya sih gak tertarik main game kayak gitu soalnya malas kalau main hp sambil jalan-jalan. Ngegame itu enaknya sambil nyantai atau duduk, enggak sambil jalan-jalan kayak orang kurang kerjaan aja. Udah capek maen bola kok di tambah ngegame sambil jalan,” ujar Teguh Amirudin.

Sedangkan Hansamu Yama membeberkan alasannya tak suka permainan tersebut karena ingin serius bermain bola. “Enggak main karena saya lebih suka main sepakbola,” ujarnya.

Sejarah Hari Ini (15 Juli): Diego Costa Gabung Chelsea

Beberapa pekan setelah Spanyol tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014, tepatnya 15 Juli, Diego Costa akhirnya mengambil keputusan akhir terkait masa depannya. Penyerang kelahiran Brasil itu meninggalkan Atletico Madrid, menandatangani kontrak di Stamford Bridge, dan bergabung ke Chelsea yang menebusnya dengan mahar £32 juta.

Tak hanya pindah ke klub Inggris yang lebih bergengsi, Costa turut mendapat bayaran besar di London. Mantan penyerang Braga itu diyakini menerima £185.000 per pekan, nyaris dua kali lipat lebih besar dari gaji per pekannya di Atletico Madrid yang diduga kurang dari £100.000. Costa pun menghadiri sesi wawancara perdananya dengan semringah.

“Saya sangat senang bergabung dengan Chelsea,” ungkap Costa. “Semua orang tahu ini adalah klub besar dalam liga yang sangat kompetitif dan saya sangat gembira bisa mulai berkarier di Inggris.”

Momen kepindahan itu merupakan momen puncak karier Costa sejauh ini. Di musim sebelumnya, ia menyarangkan 36 gol dalam 52 pertandingan bersama Atletico. Sang penyerang juga ikut serta dalam perjuangan Los Rojiblancos yang sukses mengklaim gelar La Liga Spanyol perdana sejak 1996. Ia juga ikut berlaga di partai puncak Liga Champions, namun hanya sebentar karena cedera menghadang, seiring Atletico kalah dari Real Madrid.

Jose Mourinho, manajer The Blues saat itu, punya alasan kuat untuk mendatangkan Costa saat itu. Ia menegaskan Chelsea butuh penyerang “pembunuh” untuk menghadirkan gelar juara. Maklum, Fernando Torres, Demba Ba, dan Samuel Eto’o, gagal mencetak gol secara konsisten sehingga Chelsea hanya finis di tempat ketiga Liga Primer 2013/14.

“Mudah untuk melihat pemain besar, kuat menggunakan tubuhnya, menyerang celah, menjaga bola, dan menekan lawan. Namun dengan mata sepakbola yang tajam, bocah ini [Costa] lebih dari itu,” kata Mou tentang pembelian anyarnya. “Pergerakannya luar biasa, kecerdasannya istimewa, pilihan yang ia buat dalam pergerakannya fantastis.”

Pendapat Mourinho itu terbukti tepat ketika Costa langsung menunjukkan tajinya di musim perdana. Bintang Brasil yang memilih gabung ke timnas Spanyol itu langsung berperan besar bagi Chelsea. Ia menyarangkan 20 gol dalam 26 penampilan di Liga Primer. Didukung oleh gelandang sekelas Cesc Fabregas, Costa menunjukkan performa terbaik. Sebagai penutup kisah musim itu, The Blues berhasil membawa pulang gelar Liga Primer Inggris dan Piala Liga.

Sayang, musim keduanya tidak berjalan semulus musim sebelumnya. Bersama dengan performa Chelsea yang terjun bebas, Costa ikut mengalami penurunan performa. Penyerang La Roja itu hanya mencatatkan 12 gol dalam 28 pertandingan Liga Primer. Ketajamannya sedikit meningkat ketika Guus Hiddink menggantikan Mou yang dipecat, tapi Costa hanya mampu membawa Chelsea finis di tempat kesepuluh.

Tim Olahraga Paling Berharga 2016 Versi Forbes

American Football kembali menunjukkan kekuatan finansial mereka tahun ini. Tim-tim olahraga spesial Amerika Serikat itu berada di jajaran atas daftar tim paling kaya di dunia versi Forbes.

Tim-tim NFL memang menguasai pasar olahraga Amerika Serikat. Lantaran pasar yang besar dan jumlah tim mereka yang tergolong sedikit, wajar jika NFL bisa menghasilkan banyak uang.

Sepakbola secara keseluruhan memang masih menghasilkan perputaran uang yang jauh lebih besar, namun semua uang itu terbagi ke banyak klub di banyak negara. Meski demikian, popularitas sepakbola di seluruh dunia masih sanggup membuat beberapa tim muncul di daftar tertinggi.

Berikut kami sajikan daftar tim olahraga dengan nilai terbesar dunia versi Forbes. Mata uang yang dipakai dalam penghitungan ini adalah dollar Amerika Serikat.

1. Dallas Cowboys

Cabang Olahraga: American Football
Liga: NFL (National Football League)
Nilai: 4 miliar
Perbedaan: +25%
Pemilik: Jerry Jones

The Cowboys sebenarnya sudah tidak pernah merasakan masuk ke Super Bowl selama dua dekade. Namun mereka bisa menjadi klub dengan nilai tertinggi berkat pendapatan besar. Kehebatan Jerry Jones dalam hal marketing membuat The Cowboys terus meraih keuntungan besar.

2. Real Madrid

Cabang Olahraga: Sepakbola
Liga: La Liga
Nilai: 3,65 miliar
Perbedaan: +12%
Pemilik: Socios (Anggota Klub)

Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions kesebelas mereka. Los Blancos juga merupakan tim olahraga dengan pendapatan tertinggi dunia pada musim 2014-15 dengan pemasukan sebesar 694 juta dollar.

3. Barcelona

Cabang Olahraga: Sepakbola
Liga: La Liga
Nilai: 3,55 miliar
Perbedaan: +12%
Pemilik: Socis (Anggota Klub)

Barcelona berencana memperpanjang kerjasama dengan Nike yang sedianya akan berakhir pada 2018 mendatang. Harapannya, deal ini akan memberikan pemasukan total sebesar 1 miliar dollar. Selain itu, Barca juga terus mengejar sponsor dari Timur Tengah untuk menjadi sponsor utama.

4. New York Yankees

Cabang Olahraga: Baseball
Liga: MLB
Nilai: 3,4 miliar
Perbedaan: +6%
Pemilik: Keluarga Steinbreinner

Yankees mengalami penurunan jumlah penoton musim lalu. Angkanya cukup signifikan; 5,5 persen. Namun Yankees masih merupakan tim baseball dengan fans terbesar di Amerika. Mereka memiliki 3,2 juta fans.

5. Manchester United

Cabang Olahraga: Sepakbola
Liga: Premier League
Nilai: 3,32 miliar
Perbedaan: +7%
Pemilik: Keluarga Glazer

Manchester United dikenal sebagai klub yang sangat mudah dijual. Meski prestasi mereka menurun jauh sejak Sir Alex Ferguson pensiun, namun secara finansial mereka sangat kuat. Man United membuktikannya musim panas ini dengan melakukan beberapa pembelian besar.

6. New England Patriots

Cabang Olahraga: American Football
Liga: NFL
Nilai: 3,2 miliar
Perbedaan: +23%
Pemilik: Robert Kraft

The Pats memiliki prosentase kemenangan yang sangat besar dalam 13 musim terakhir. Kesuksesan di atas lapangan ini dimanfaatkan oleh Kraft untuk membangun berbagai sarana dan prasarana bernilai ratusan juta dollar di sekitar Gillette Stadium.

7. New York Knicks

Cabang Olahraga: Bola Basket
Liga: NBA
Nilai: 3 miliar
Perbedaan: +20%
Pemilik: Madison Square Garden Co.

The Knicks memang cuma menang satu seri playoff dalam 16 tahun terakhir, tapi mereka tetap merupakan franchise paling mahal di NBA. Salah satu faktirnya adalah harga tiket yang super mahal dan sponsorship besar di New York.

8. Washington Redskins

Cabang Olahraga: American Football
Liga: NFL
Nilai: 2,85 miliar
Perbedaan: +19%
Pemilik: Dan Snyder

Prestasi Redskins dalam delapan musim terakhir sungguh kontras. Dua kali mereka menjadi penguasa divisi mereka, tapi enam kali juga mereka menjadi juru kunci divisi. Untungnya Amerika Serikat tidak mengenal sistem promosi atau degradasi dalam liga olahraga mereka.

9. New York Giants

Cabang Olahraga: American Football
Liga: NFL
Nilai: 2,8 miliar
Perbedaan: +33%
Pemilik: Keluarga Mara, Keluarga Tisch

The Giants memutuskan untuk berpisah dengan pelatih Tim Coughlin pada akhir musim 2015. Coughlin sebelumnya sudah menangani The Giants selama 12 musim, meraih 102 kemenangan dalam musim reguler dan mendapat dua gelar Super Bowl.

10. LA Lakers

Cabang Olahraga: Bola Basket
Liga: NBA
Nilai: 2,7 miliar
Perbedaan: +4% (artinya, nilai lakers mengalami kenaikan 4 persen dari tahun sebelumnya
Pemilik: Keluarga Jerry Buss, Philipp Anshcutz

Meski bukan tim NBA dengan nilai tertinggi, tapi Lakers adalah tim NBA dengan keuntungan terbesar. Faktor utamanya adalah karena deal hak siar dengan SportsNet LA, perusahaan milik Time Warner Cable. Deal itu bernilai 3,6 miliar dolar dan berdurasi selama 20 tahun.

11. Non-10 Besar

Berikut adalah beberapa tim sepakbola yang masuk dalam 50 besar tapi gagal masuk di 10 besar:
12. Bayern Munchen – 3,68 miliar
23. Arsenal – 2,02 miliar
28. Manchester City – 1,9 miliar
36. Chelsea – 1,61 miliar
41. Liverpool – 1,56 miliar

Romantis di Perahu, Schweinsteiger Nikahi Ana Ivanovic

Bastian Schweinsteiger tak lama-lama bersedih pasca kegagalan mengantar Jerman juara di Euro 2016. Pasalnya, ia baru saja menggelar sebuah pesta pernikahan dengan kekasih pujaan hatinya, Ana Ivanovic.

Schweinsteiger menikahi bintang tenis cantik tersebut di kota Venesia, Italia. Keduanya berangkat dari kota Muncih dengan sebuah jet khusus untuk menuju Venezia.

Romantis di Perahu, Schweinsteiger Nikahi Ana Ivanovic

Prosesi pernikahan mereka berlangsung dengan sangat romantis. Kedunya terlihat mesra saat naik perahu menyusuri keindahan sungai di kota Venezia sebelum menuju ke altar pernikahan di Venice City Hall.

Pernikahan ini sekaligus memungkasi momen kesedihan yang dirasakan kedua pasangan ini. Jika Schweinsteiger gagal membawa Jerman juara, Ana Ivanovic juga gagal berprestasi di ajang tenis dunia Wimbledon. Ia tersingkir pada putaran pertama oleh Ekaterina Alexandrova.

Schweinsteiger dan Ivanovic mulai membuka hubungan spesial mereka ke publik pada September 2014 lalu. Sebelumnya, mereka sudah saling berkenalan sejak tahun 2011.

Pemain Barca Ini Tak Sabar Jajal Pokemon Go

‘Pokemon Go’ menjadi salah satu game yang tengah tren belakangan ini. Berbagai macam pembahasan dan ulasan mengenai game tersebut tengah beredar di media sosial dan juga dunia maya.

Pada dasarnya, ‘Pokemon Go’ merupakan pengembangan dari game keluaran Nintendo, untuk sistem operasi Android dan iOS. Para penggunanya akan memanfaatkan teknologi GPS dan Augmented Reality untuk menangkap Pokemon di dunia nyata.

Rupa-rupanya, pemain Barcelona, Sergi Roberto, juga tertarik untuk memainkan game yang sama. Namun masalahnya, game yang dimaksud masih belum dirilis di Spanyol, sehingga masih belum memungkinkan untuk diunduh di penyedia aplikasi resmi untuk Android atau iOS.

Kesal atau bingung dengan hal tersebut, Roberto lantas menulis di akun Twitter miliknya: “Ada yang bisa bantu saya bagaimana caranya untuk bisa memainkan Pokemon Go?”

Di Indonesia, permainan yang sama juga tengah populer, meski Nintendo juga belum merilisnya secara resmi di sini. Para pengguna bisa meng-install game ini dengan memanfaatkan file ‘apk’ yang diunduh secara tak resmi dari berbagai laman yang ada di dunia maya.

Sejarah Hari Ini (11 Juli): Rekor Dino Zoff

Berbicara mengenai Dino Zoff, akan ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan. Tapi bila dikerucutkan pada hal yang paling menarik, mungkin benang merahnya ada pada rekor yang dicatatnya.

Sejauh ini, pria yang kini berusia 74 tahun tersebut masih memegang rekor sebagai pemain tertua yang membela timnas Italia.

Terakhir kali Zoff membela Italia adalah saat timnya kalah 2-0 dari Swedia ppada 29 Mei 1983, ketika dia memasuki usianya yang ke-41 tahun dan 89 hari.

Namun rekor yang paling berkesan adalah ketika dia mencatatnya pada 11 Juli 34 tahun silam, ketika Zoff mengantar Italia menaklukkan Jerman Barat 3-1 di Piala Dunia 1982. Kala itu, Zoff berusia 40 tahun dan 133 hari, yang menjadikannya sebagai pemain tertua yang pernah berlaga di Piala Dunia.

Zoff juga menjadi pemain tertua yang pernah berlaga di final Piala Dunia, dan bahkan menjadi juara setelah Italia menundukkan Jerman Barat di laga tersebut.

Performa Zoff dan Italia bisa dikatakan naik turun sejak memasuki putaran final. Berada di Grup A pada penyisihan pertama, Italia hanya bisa melangkah di babak kedua sebagai runner-up grup dengan torehan tiga hasil imbang dan kemasukkan dua gol, di bawah Polandia yang meraih empat poin.

Di babak kedua, Italia bisa mengalahkan Brasil dan Argentina untuk lolos sebagai juara grup ke fase gugur. Dan di semi-final, Italia sukses menundukkan Polandia dengan skor 2-0 sebelum akhirnya menaklukkan Jerman dengan skor 3-1 di partai final untuk meraih trofi juara.

Karena sukses mencatat dua clean sheet, sekaligus membawa Italia menjadi juara dunia 1982, Zoff dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Turnamen.