Resmi, RCTI Pegang Hak Siar Premier League 2016/2019

Spekulasi mengenai hak siar Premier League Inggris musim depan akhirnya terjawab sudah. Rajawali Citra Televisi Indonesia atau yang dikenal dengan RCTI resmi menjadi pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia untuk musim 2016-2019.

Selama beberapa tahun terakhir, penayangan Premier League Inggris dipegang oleh Surya Citra Media Group yang menaungi Indosiar dan SCTV. Selain Surya Citra Media, penayangan Premier League Inggris juga dipegang oleh BeIn Sport melalui layanan televisi kabel.

Namun beberapa waktu dekat ini, Bolaneters sekalian dapat menyaksikan Premier League di RCTI sebagaimana yang dikonfirmasi Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution. “MNC sudah memenangkan Bidding untuk Liga Inggris 2016-2019. Sejauh ini RCTI yang sudah pasti menyiarkannya” ungkap Syafril kepada Okezone.

Sejauh ini Syafril belum bisa memberikan kepastian mengenai berapa jumlah pertandingan yang akan disiarkan RCTI musim depan. Syafril juga belum bisa memberikan kepastian apakah Stasiun Televisi milik MNC Grup yang lain seperti MNC TV, Global TV, iNewsTV juga akan akan menyiarkan Premier League musim depan. Syafril menyebut kemungkinan besar detail kesepakatan ini akan diumumkan pada minggu depan.

Selain MNC Group, BeIN Sport juga dikabarkan tetap menjadi pemegang hak siar Premier League untuk musim depan.

Prediksi Torino vs Juventus 12 Desember 2016

Sebuah rivalitas klasik akan tersaji di Giornata ke 16 Serie A musim ini. Dua tim asal kota Turin, yaitu Torino dan Juventus akan saling bertarung dalam laga panas bertajuk Derby Della Mole di Stadio Olimpico Grande Torino pada hari Minggu (12/12) malam nanti.

Layaknya derby-derby lainnya, laga Derby Della Mole ini dipastikan akan berjalan dengan intensitas yang tinggi. Pasalnya kedua tim asal turin punya sejarah rivalitas yang tinggi kendati kedua tim berada di kelas berbeda, di mana Juventus menjadi juara bertahan Serie A selama lima tahun terakhir sedangkan Torino hanya berkutat di papan tengah Serie A.

Kondisi serupa masih terjadi jelang pertandingan Giornata ke 16 ini. Juventus masih kokoh berada di puncak klasemen dengan perolehan 36 poin, sedangkan tuan rumah Torino berada di peringkat ketujuh dengan perolehan 25 poin. Mengingat jarak antara Juventus dan AS Roma selaku runner up hanya empat poin, maka kubu Si Nyonya Tua harus menang agar kans juara mereka tetap lebar jelang akhir musim nanti.

Juventus sendiri sejatinya punya sejarah pertemuan yang cukup bagus dengan tetangganya tersebut. Dalam enam Derby Della Mole terakhir, Si Nyonya tua mampu memboyong lima kemenangan d iantaranya. Dalam enam kunjungan terakhir ke markas Torino juga berbuah positif, di mana Kubu Bianconeri sukses mengamankan 5 kemenangan dari enam laga melawan sang tetangga. Oleh karenanya mereka punya modal yang kuat untuk memenangkan laga ini.

Di kubu tuan rumah, pelatih Sinisa Mihajlovic hampir bisa menurunkan kekuatan terbaiknya jelang laga ini. Ia hanya tidak bisa memainkan Cristian Molianaro dan Joel Obi yang mengalami cedera, selebihnya seluruh punggawa Torino siap berusaha menjegal tetangga mereka pada laga ini.

Dengan skema 4-3-3 andalannya, Mihajlovic kemungkinan akan tetap mempercayakan Joe Hart sebagai palang pintunya pada laga ini. Duet Leandro Castan dan Luca Rossettini akan berjaga di jantung pertahanan mereka. Sedangkan di lini serang, Miha kemungkinan masih mempercayai striker muda andalan mereka, Andrea Bellotti yang akan dibantu oleh Iago Falque dan Adem Ljajic untuk menggempur lini pertahanan Si Nyonya Tua.

Di kubu tim tamu, pelatih Massimiliano Allegri menyambangi tetangganya dengan sedikit pincang, terutama di sektor pertahanannya. Dua bek andalannya, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli dipastikan tidak bisa bermain karena cedera, disusul oleh Marko Pjaca dan Dani Alves.

Allegri sendiri kemungkinan masih memainkan skema 3-5-2 dengan Daniele Rugani dan Medhi Benatia sebagai pengganti Bonucci dan Barzagli. Di lini tengah, sosok Claudio Marchisio akan bertugas untuk mengatur aliran bola SI Nyonya Tua. Paulo Dybala yang sudah pulih dari cedera nampaknya tidak akan menjadi starter di laga ini, di mana duet Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic yang akan diturunkan Allegri sebagai juru gedor Bianconeri pada laga ini.

Perkiraan Susunan Pemain
Torino (4-3-3): Hart; Bareca, Castan, Rossetini, Zappacosta; Baselli, Valdifiori, Benassi; Falque, Belotti, Ljajic

Juventus (3-5-2): Buffon; Chiellini, Benatia, Rugani; Sandro, Pjanic, Marchisio, Khedira, Lichtsteiner; Higuain, Mandzukic

Statistik Kedua Tim
Head to Head
20/03/16 Torino 1 – 4 Juventus (Serie A)
17/12/15 Juventus 4 – 0 Torino (Coppa Italia)
01/11/15 Juventus 2 – 1 Torino (Serie A)
26/04/15 Torino 2 – 1 Juventus (Serie A)
01/12/14 Juventus 2 – 1 Torino (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Torino (M-M-M-M-K)
10/11/16 Torino 7 – 0 Bra (Uji Coba)
20/11/16 Crotone 0 – 2 Torino (Serie A)
27/11/16 Torino 2 – 1 Chievo (Serie A)
30/11/16 Torino E 4 – 0 Pisa (Coppa Italia)
04/12/16 Sampdoria 2 – 0 Torino (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Juventus (M-M-K-M-M)
20/11/16 Juventus 3 – 0 Pescara (Serie A)
23/11/16 Sevilla 1 – 3 Juventus (UCL)
27/11/16 Genoa 3 – 1 Juventus (Serie A)
04/12/16 Juventus 3 – 1 Atalanta (Serie A)
08/12/16 Juventus 2 – 0 Dinamo Zagreb (UCL)

Prediksi Skor
Layaknya Derby-Derby lainnya, laga Derby Della Mole ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Pasalnya baik Juventus dan Torino sama-sama ingin merebut status sebagai penguasa kota Turin, sehingga tidak ada salah satu dari mereka yang akan mengalah pada laga ini.

Meski berstatus sebagai tuan rumah, Torino tidak begitu diunggulkan pada laga ini. Faktor inkonsistensi serta sejarah pertemuan kedua tim membuat anak asuh Sinisa Mihajlovic ini diprediksi sedikit kesulitan saat meladeni tetangganya pada laga derby ini.

Kami memprediksi laga ini akan dengan kemenangan tim tamu Juventus dengan skor akhir 1-3.

Ander Herrera Girang Masuk Skuat Spanyol

Gelandang Manchester United Ander Herrera tak dapat menutupi rasa senangnya setelah dipanggil Spanyol di jeda internasional kali ini.

Ini merupakan pemanggilan pertama buat gelandang 27 tahun tersebut sebagaimana ia disertakan dalam skuat Julen Lopetegui yang kehilangan Javi Martinez akibat cedera.

Long time dreaming with it , I am very proud to be able to represent my country, thanks to everyone for the kind messages @SeFutbol pic.twitter.com/brXk5fzrEC
— Ander Herrera (@AnderHerrera) October 4, 2016

Mengenai pemanggilannya ke skuat La Roja, Herrera menyatakan: “Sudah lama memimpikan ini , Saya sangat bangga untuk bisa memperkuat negara saya, terima kasih semuanya untuk ucapannya @SeFutbol,” tulisnya di akun Twitter pribadi.

Adapun di jeda internasional bulan ini, Spanyol akan mengadapi lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan melawan Italia dan Albania.

Untuk sementara, juara Piala Dunia 2010 itu menempati urutan teratas di Grup G setelah di partai perdana membantai Liechtenstein 8-0.

Medali Emas Pertama Brasil Datang dari Atlet yang Pernah Dihina

Pejudo Rafaela Silva mempersembahkan medali emas pertama bagi Brasil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Turun pada kelas 57 kg, Rafaela menang atas pejudo peringkat satu dunia, Sumiya Dorjsuren, dari Mongolia, Senin (9/8/2016).

Kebahagiaan itu sekaligus menjadi obat pelipur lara Rafaela yang pernah gagal di Olimpiade London 2012. Saat itu, Rafaela didiskualifikasi karena dianggap melakukan gerakan berbahaya saat bertanding melawan Hedvig Karakas dari Hungaria pada babak kedua fase Grup D.

Kegagalan itu diperburuk perlakuan dari beberapa orang yang menghinanya seusai pertandingan. “Saya sempat menerima pesan bernada rasial, ‘Tempat untuk seekor monyet adalah di kandang. Anda bukan atlet Olimpiade’,” cerita Rafaela.

Latar belakang Rafaela disinyalir menjadi alasan dirinya dihina orang-orang tak bertanggung jawab. Pejudo berusia 24 tahun itu lahir di daerah kumuh Brasil yang sering disebut favela.

Empat tahun berselang, Rafaela membuat bungkam orang-orang yang pernah menghinanya. Melalui kerja keras dan semangat, Rafaela membuktikan diri mampu berprestasi, sekaligus membuat bendera Brasil berkibar paling tinggi di rumah sendiri.

Dukungan yang diberikan para pendukung di Carioca Arena, tempat berlangsungnya pertandingan cabang judo, dari awal sampai final membuat dia bersemangat untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga dan tempat asalnya.

“Dukungan itu sangat membantu saya mendapatkan momentum saat bertanding. Arena seakan bergetar dan setiap orang terus-menerus menyemangati,” kata Rafaela.

“Saya ingin berterima kasih pada siapapun yang sudah menyemangati saya. Saya sudah berlatih beberapa tahun belakangan ini dan akhirnya bisa memberikan hasil yang baik,” lanjutnya.

Syamsir Alam Jagokan Prancis Dan Inggris Di Euro 2016

Event sepakbola yang bakal paling ramai diperbincangkan selama satu bulan ke depan bisa dipastikan adalah Euro 2016. Ajang sepakbola terbesar di benua Eropa itu akan dimulai Jumat (8/6) dengan mengetengahkan persaingan dari 24 tim peserta. Semua fans sepakbola membahas siapa yang akan menjadi juara di ajang prestisius tersebut, termasuk para penggemar sepakbola tanah air.

Salah satu fans yang tak mau ketinggalan membahas Euro adalah Syamsir Alam, eks kapten timnas Indonesia U-19 yang kini memperkuat Persiba Balikpapan. Reporter Goal Indonesia , Muhammad Ridwan, menemui Alam untuk berbincang seru tentang siapa tim yang menjadi favoritnya, pemain jagoan, serta resepnya menjadi juara.

Goal Indonesia: Euro kali ini untuk kali pertama diikuti 24 negara, apakah ini bakal meningkatkan atau justru menurunkan kualitas turnamen?

Alam: Menurut saya kualitas permainan bakal meningkat karena banyak negara yang berpartisipasi. Lalu, dipilihnya 24 negara yang mengikuti turnamen juga merupakan keputusan yang bagus karena negara-negara yang sebelumnya saat kualifikasi berada di posisi ke-17 atau 18 bisa mengikuti Euro berkat penambahan jumlah peserta.

Goal Indonesia: Ada pula isu keamanan. Jika Anda punya waktu luang, apakah masih ingin berangkat menyaksikan Euro di Prancis?

Alam: Pasti dong saya mau berangkat. Menurut saya tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Jadi, ketika suatu tempat digosipkan tentang masalah keamanan, menurut saya tempat itu adalah tempat yang paling aman.

Goal Indonesia: Momen apa yang paling Anda ingat berkaitan dengan Euro?

Alam: Ketika idola saya, Cristiano Ronaldo, menangis saat dikalahkan Yunani di final. Waktu itu Ronaldo membela Portugal di Euro 2004.

Goal Indonesia: Siapa tim yang Anda jagokan untuk menjadi juara kali ini?

Alam: Inggris, karena materi pemainnya lagi bagus-bagusnya. Menurut saya, ini golden team Inggris. Di sana ada Jamie Vardy, ada Harry Kane, dan juga Wayne Rooney.

Goal Indonesia: Tim mana pula yang bakal menjadi kuda hitam turnamen?

Alam: Swedia, karena ada kepemimpinan Zlatan Ibrahimovic di sana.

Goal Indonesia: Pertandingan final ideal Anda? Kenapa?

Alam: Saya akan menjagokan tuan rumah Prancis bertemu dengan tim yang saya jagokan, Inggris. Alasannya, karena Prancis mempunyai pemain-pemain muda yang berbakat seperti Paul Pogba. Mereka akan kuat karena faktor tuan rumah. Kalau Inggris karena sekarang era golden team mereka.

Goal Indonesia: Pemain mana yang Anda jagokan akan bersinar di turnamen ini? Kenapa?

Alam: Cristiano Ronaldo. Mungkin dari segi umur tidak muda lagi. Tapi, menurut saya pemain ini semakin umurnya matang, dia semakin berprestasi juga. Lalu, kelebihan dia adalah ketika bertanding atau masuk ke lapangan dia akan mengerahkan semua yang dia punya walaupun sering di setiap pertandingan jadi bahan incaran lawan. Ditekel, kadang-kadang juga dapat sikutan sehingga pelipis berdarah, atau segala macam, tapi dia #BeraniRusak karena dia tidak peduli pelipis berdarah dapat merusak muka. Dia tidak peduli, yang penting timnya menang.

Goal Indonesia: Jika harus memprediksi, siapa pemain yang akan mencetak gol kemenangan di final nanti?

Alam: Jamie Vardy. Alasannya, karena menurut saya Tuhan sudah menunjuk dia untuk tampil hebat di tahun ini.
Goal Indonesia: Apa resep juara bagi Anda?

Alam: Ketika kita mempunyai kesempatan harus dimanfaatkan dengan baik. Karena menurut saya kesempatan yang tidak kita ambil itu adalah kesempatan yang sudah pasti gagal 100 persen. Tapi ketika kita ambil kesempatan itu walaupun gagal kita bisa belajar jadi lebih baik lagi. Dan ketika masuk ke lapangan kita harus bekerja 100 persen apapun itu, seperti Ronaldo yang saya bilang tadi kita harus #BeraniRusak demi mengejar impian kita!