Ungkapan Kemarahan Walikota Vigo Pada Real Madrid

Walikota Vigo, Abel Caballero tak bisa menutupi rasa kesalnya kepada sikap yang ditunjukkan oleh Real Madrid. Caballero tak senang karena Madrid merasa bahwa pihaknya sengaja ingin mencari alasan untuk menunda pertandingan melawan Celta Vigo.

Akhir pekan lalu (6/2), Celta Vigo harusnya menjamu Real Madrid pada laga lanjutan La Liga. Namun, pertandingan yang sedianya digelar di Stadion Balaidos ini urung digelar karena cuaca buruk. Cuaca buruk dan angin kencang bertiup di kota Vigo.

Caballero lantas memberikan arahan agar laga ditunda dan pihak La Liga mengabulkannya. Laga kemudian ditunda, Madrid pun meradang karena penundaan ini.

“Mencoba untuk tetap bermain? Ada situasi dimana Anda tidak bisa melakukannya. Saya melihat langsung di stadion ada banyak potongan atap yang bisa jatuh setiap saat. Sungguh luar biasa jika ada yang mengatakan itu bisa diperbaiki. Karena ada kerusakan parah di beberapa bagian,” buka Caballero.

“Florentino [Perez, Presiden Real Madrid] adalah sosok yang hebat. Tapi, jika ia tetap memaksakan hal ini, dia tidak akan hebat lagi. Celta lebih baik dari Madrid! Kami bermain lebih baik dan kami sudah menang,” hardiknya seperti dikutip dari Marca.

Caballero memastikan Celta tidak takut meski harus berjumpa Madrid. Namun, ia menegaskan bahwa tidak mungkin laga terjadi. Sebagai pemegang kuasa di kota, Caballero melihat laga ini punya resiko besar. Bukan hanya untuk Madrid, tapi juga untuk warga kota Vigo.

“Dewan kota memutuskan Real Madrid tidak akan bermain. Jika hembusan 40 km/jam, itu dilarang oleh hukum. Atap stadion yang rusak, menunjukkan hembusan angin mencapai 150 km/jam. Real Madrid mungkin hanya ingin kami tersingkir dari Copa del Rey,” tandasnya.